RADARSOLO.COM - Sejumlah pecinta sepakbola Wonogiri yang terdiri dari pengurus Persiwi, pelatih, manajer tim hingga penggemar mendatangi ruang sidang Paripurna DPRD Wonogiri Rabu (8/4/2026) sore.
Kedatangan mereka untuk menyampaikan sejumlah hal, mulai dari banyaknya pemain berbakat yang hijrah ke luar daerah hingga minimnya dukungan anggaran dan fasilitas bagi Persiwi.
Rombongan itu diterima langsunh Ketua Komisi II DPRD Wonogiri Supriyanto, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Wonogiri Haryanto dan Ketua KONI Wonogiri Sungkono.
Ketua Persiwi Wonogiri Sugiyanto mengatakan, selain memperkenalkan kepengurusan baru, pihaknya juga ingin membangun komitmen bersama untuk menghidupkan kembali kejayaan Persiwi seperti era 1980–1990-an.
Baca Juga: Persiwi Wonogiri dan PSISra Sragen Dipastikan Absen, Ini Daftar 27 Peserta Liga 4 Jateng 2025/2026
"Dulu Persiwi sangat disegani. Kami ingin mengembalikan kejayaan itu," ujar Sugiyanto.
Menurut pria yang akrab disapa Sugi itu, untuk membangkitkan Persiwi setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 710 juta per tahun.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembinaan usia dini, mulai kelompok U-10 dan U-12.
Itu juga untum persiapan mengikuti ajang seperti Piala Soeratin dan Persiwi Cup melalui kompetisi berjenjang dari tingkat desa hingga kabupaten.
Selain anggaran, Persiwi juga mengeluhkan belum adanya kantor sekretariat, kebutuhan kendaraan operasional, hingga pengelolaan Stadion Pringgodani yang saat ini masih dipegang pihak ketiga.
"Ke depan kami berharap pengelolaan stadion bisa dipercayakan kepada Persiwi. Dikelola Persiwj," beber Sugi.
Aspirasi tersebut diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah agar Persiwi Wonogiri kembali menjadi kebanggaan daerah di kancah sepakbola nasional. (al)
Editor : Nur Pramudito