Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Wonogiri Siapkan Rp 300 Juta untuk Dropping Air Bersih

Iwan Adi Luhung • Senin, 13 April 2026 | 17:39 WIB
Kondisi WGM Wonogiri, Senin (9/3/2026) siang.Kondisi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri yang menjadi andalan di musim kemarau. (IWAN ADI/RADAR SOLO) 

RADARSOLO.COM - Pemkab Wonogiri mulai memasang kuda-kuda untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang diprediksi akan berlangsung lebih lama pada tahun ini.

Sebagai langkah konkret, anggaran ratusan juta rupiah telah dialokasikan khusus untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke titik-titik wilayah yang mengalami krisis air akibat fenomena kemarau panjang.

Anggaran Fleksibel Melalui Dana BTT

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyatakan, pihaknya telah menyiapkan skema dropping air bersih demi menjamin kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga: Datangi DPRD, GP Ansor Sragen Pertanyakan Kelanjutan Perda Pesantren

Meskipun secara awal pemerintah telah memplot anggaran sebesar Rp300 juta melalui APBD, Setyo menegaskan bahwa jumlah tersebut sangat fleksibel dan dapat ditingkatkan sewaktu-waktu melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) jika kondisi di lapangan kian mendesak.

"Kita tetap menyiapkan itu. Air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan bisa kita dropping," ujar Setyo Sukarno belum lama ini. 

Penyaluran bantuan ini akan dilakukan berdasarkan permohonan yang diajukan oleh pemangku wilayah terdampak.

Setelah laporan diterima, tim teknis akan segera melakukan asesmen ke lapangan untuk menyesuaikan indeks harga air tangki di masing-masing daerah.

"Nanti disesuaikan indeks di masing-masing wilayah. Itu bisa kita tambah anggarannya, ada BTT (belanja tidak terduga). Jika ada yang membutuhkan bisa melaporkan ke pemangku wilayah setempat," papar Bupati.

Cakupan Bantuan Makin Mengerucut

Di sisi lain, Bupati Setyo optimistis bahwa area yang membutuhkan bantuan dropping air pada tahun ini tidak akan seluas tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Lewat Mobile Legends, Polres Wonogiri Tanamkan Nilai Kamtibmas ke Ratusan Pelajar

Hal ini dikarenakan program penanganan permanen melalui pembangunan Sambungan Rumah (SR) air bersih telah menjangkau banyak wilayah rawan.

Termasuk di wilayah selatan seperti Paranggupito yang selama ini menjadi langganan kekeringan.

"Cakupan kita bisa lebih sempit. Karena sudah banyak yang teraliri. Seperti di Paranggupito sekarang juga sudah ada SR (sambungan rumah)," terang Setyo.

Prediksi Awal Musim Kemarau

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, saat ini wilayah setempat sedang berada pada masa transisi atau pancaroba.

Baca Juga: Pemkab Klaten Siapkan Beasiswa Kuliah Rp 1 Miliar bagi Mahasiswa Berprestasi dari Keluarga Kurang Mampu

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama menyebutkan, penurunan curah hujan sudah mulai terasa sejak awal bulan ini dan diprediksi akan memasuki kemarau penuh dalam waktu dekat.

"Prediksinya, curah hujan mulai turun di April. Pada akhir April, sudah masuk musim kemarau," ujar Fuad.

Dengan adanya sinergi antara kesiapan anggaran bantuan darurat dan percepatan infrastruktur air bersih permanen, Pemkab Wonogiri berharap dampak kekeringan tahun ini dapat diminimalkan sehingga tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di wilayah-wilayah rawan. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#persiapan kemarau panjang #pemkab wonogiri #bupati wonogiri setyo sukarno #Waduk Gajah Mungkur di Buka #dropping air bersih