Bupati Wonogiri Setyo Sukarno melepas jamaah haji pada musim haji 2025. (DOK.IWAN ADI/RADAR SOLO)RADARSOLO.COM – Kantor Kementerian Haji dan Umrah Wonogiri menetapkan kuota keberangkatan haji tahun 2026 sebanyak 298 jemaah.
Seluruh calon jemaah yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini merupakan mereka yang telah melalui masa tunggu cukup panjang, bahkan ada yang belasan tahun.
Pengisian Kuota Cadangan
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Wonogiri Fauzi Rokhman Jauhari menjelaskan, dari total 298 kuota yang tersedia, tercatat ada satu calon jemaah yang meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan.
Baca Juga: Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab Wonogiri Siapkan Rp 300 Juta untuk Dropping Air Bersih
Guna memastikan seluruh porsi terpenuhi secara maksimal, posisi yang kosong tersebut akan segera diisi oleh jemaah yang berada di daftar cadangan sesuai nomor urut yang berlaku.
"Kuota tahun ini 298 orang. Ada satu yang meninggal dunia, nanti digantikan dari cadangan," ujar Fauzi Rokhman Jauhari, Senin (13/4/2026).
Skema Baru Berdasarkan Panjang Antrean
Jumlah kuota tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya memberangkatkan 252 jemaah.
Kenaikan porsi ini merupakan dampak positif dari adanya perubahan skema penentuan kuota haji secara nasional.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya kuota ditentukan berdasarkan rasio jumlah penduduk muslim di suatu daerah, kini pemerintah pusat menggunakan pendekatan lama antrean sebagai acuan utama.
Skema baru ini dinilai jauh lebih proporsional dalam memangkas penumpukan calon jemaah di daerah tertentu.
Baca Juga: Datangi DPRD, GP Ansor Sragen Pertanyakan Kelanjutan Perda Pesantren
"Kalau sekarang berdasarkan lama antrean. Daerah yang antreannya panjang akan dapat penyesuaian kuota," beber Fauzi.
Pemangkasan Masa Tunggu
Perubahan skema tersebut membawa angin segar bagi calon jemaah di Wonogiri. Dampak yang paling terasa adalah mulai berkurangnya masa tunggu haji secara kumulatif.
Di Kabupaten Wonogiri, masa tunggu yang sebelumnya mencapai kisaran 32 tahun, kini berhasil ditekan hingga menjadi sekitar 26 tahun saja.
Saat ini, total antrean haji di Wonogiri tercatat masih berada di angka sekitar 7.000 orang.
Meskipun antrean masih cukup panjang, Fauzi mencatat bahwa minat masyarakat untuk mendaftar haji tetap stabil dari tahun ke tahun.
"Pendaftarnya relatif stabil, hampir seimbang dengan jumlah yang berangkat tiap tahun," pungkasnya. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono