Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BPBD Wonogiri Petakan 7 Kecamatan Rawan Kekeringan, 16.883 Jiwa Berpotensi Terdampak

Iwan Adi Luhung • Selasa, 14 April 2026 | 17:38 WIB
Sebanyak 7 kecamatan di Wonogiri diprediksi memiliki potensi terdampak kekeringan yang cukup signifikan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)Sebanyak 7 kecamatan di Wonogiri diprediksi memiliki potensi terdampak kekeringan yang cukup signifikan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - BPBD Wonogiri melakukan pemetaan wilayah rawan terdampak krisis air bersih menjelang musim kemarau 2026.

Berdasarkan hasil pendataan terbaru, sebanyak 7 kecamatan di Wonogiri diprediksi memiliki potensi terdampak kekeringan yang cukup signifikan.

Masyarakat kini diimbau untuk mulai melakukan penghematan penggunaan air bersih serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lainnya.

Pemetaan Wilayah Terdampak

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengungkapkan, pendataan ini merupakan langkah awal untuk menyiapkan langkah mitigasi yang tepat sasaran.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Head to Head Atletico vs Barcelona di Liga Champions: Siapa Melangkah ke Semifinal?

Berdasarkan catatan, wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan meliputi:

Estimasi jumlah warga yang berada di area rawan ini mencapai 16.883 jiwa.

"Kalau dari data kami, ada 7 kecamatan yang potensi terdampak kekeringan," ujar Fuad saat memberikan keterangan, Selasa (14/4/2026).

Namun, Fuad menjelaskan, potensi kekeringan ini tidak merambah secara menyeluruh ke seluruh desa atau kelurahan, melainkan terkonsentrasi di dusun atau lingkungan tertentu.

Data tersebut juga masih bersifat dinamis dan didasarkan pada catatan historis kejadian pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Pakai Drone dan 3D Scanner, Disdikbud Boyolali Data Aset Budaya di 22 Kecamatan

"Ini potensi. Masih perlu verifikasi ulang karena data itu berangkat dari keterjadian tahun sehelumnya. Saat kemarau tahun sebelumnya, titik itu yang ada catatan," terang Fuad.

Antisipasi Perluasan Dampak dan Bahaya Kebakaran

BPBD Wonogiri juga memetakan skenario terburuk jika durasi kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dari prediksi semula.

Dalam kondisi tersebut, dampak kekeringan berpotensi meluas hingga mencakup 14 kecamatan di Wonogiri.

Sebab itu, dalam waktu dekat, BPBD akan segera melakukan koordinasi intensif dengan para camat dan stakeholder terkait untuk mematangkan strategi penanganan.

Baca Juga: Omzet Minyak Goreng Curah Di Pasar Legi Solo Ambles 30 Persen, Konsumen Pilih Migor Kemasan

Selain krisis air, mantan camat Giriwoyo ini juga memberikan peringatan keras terkait risiko kebakaran lahan dan hutan yang kerap meningkat selama musim panas.

Ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sumber api guna menghindari bencana kebakaran yang tidak diinginkan.

"Untuk masyarakat yang membakar sampah bisa lebih hati-hati. Saat ditinggal dipastikan kondisinya sudah padam betul. Putung rokok juga jangan dibuang sembarangan guna mencegah kebakaran lahan atau hutan," tegas Fuad.

Kesiapan Bantuan Dropping Air

Sebagai bentuk perlindungan sosial, Pemkab Wonogiri telah menyiapkan alokasi anggaran Rp300 juta yang khusus diperuntukkan bagi bantuan dropping air bersih.

Baca Juga: Persiwi Lirik Pengelolaan Stadion Pringgodani, Ketua Komisi II DPRD Wonogiri: Akan Dirembug Lagi

Bagi masyarakat yang nantinya mulai merasakan kesulitan air, diharapkan segera berkoordinasi dengan pemangku wilayah setempat untuk mengajukan bantuan distribusi air tangki secara resmi.

Melalui persiapan yang matang ini, pemerintah daerah berharap dampak kekeringan di "Kota Sukses" dapat terkendali dengan baik. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#wilayah terdampak kekeringan di wonogiri #bpbd wonogiri #kemarau #kekeringan #wonogiri