RADARSOLO.COM- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem di masa pancaroba.
Peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau ini memicu anomali cuaca yang berdampak pada rentetan bencana alam di berbagai titik di Kabupaten Wonogiri dalam beberapa hari terakhir.
Potensi Bahaya di Masa Transisi
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama menegaskan, fenomena cuaca ekstrem saat ini harus disikapi dengan kesiapsiagaan tinggi oleh seluruh warga.
Baca Juga: Melempem di Persebaya Surabaya, Dejan Tumbas Mulai Produktif di Persis Solo
Hal ini berkaca pada kejadian pada Rabu (14/4/2026) lalu, di mana hujan lebat dalam durasi singkat telah memicu banjir luapan dan tanah longsor yang tersebar di beberapa kecamatan.
"Ada potensi cuaca ekstrem saat peralihan musim penghujan ke kemarau. Masyarakat perlu mwasoadai hal ini," ujar Fuad Wahyu Pratama, Kamis (16/4/2026).
Berdasarkan rekapitulasi data BPBD, Kecamatan Nguntoronadi menjadi salah satu wilayah terdampak cukup parah.
Di Desa Bulurejo, tercatat sebanyak 37 rumah sempat tergenang banjir yang juga mengganggu akses Jalan Ngadirojo–Giriwoyo.
Sementara di Desa Kulurejo, jalur Karangturi-Tirtomoyo sempat lumpuh total akibat air bah.
Baca Juga: Jelang Kemarau Panjang, PUDAM Karanganyar Monitoring Belasan Mata Air di Gunung Lawu
Meskipun saat ini kondisi di kedua titik tersebut dilaporkan sudah pulih, potensi ancaman serupa masih membayangi selama masa pancaroba.
Sebaran Titik Banjir dan Longsor
Dampak cuaca ekstrem juga merambah hingga Kecamatan Tirtomoyo, di mana 13 rumah warga di Desa Sendangmulyo sempat terendam banjir.
Di wilayah lain, satu rumah warga di Desa Sumberagung, Kecamatan Batuwarno, juga dilaporkan tidak luput dari rendaman air.
Beruntung, genangan di titik-titik tersebut kini telah surut dan aktivitas warga mulai kembali normal.
Selain banjir, ancaman tanah longsor turut menghantui wilayah pemukiman dan fasilitas publik.
Baca Juga: Detik-Detik Mobil Terbakar di Tawangsari Sukoharjo, Sopir Selamat Setelah Lompat
Di Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota, longsor dilaporkan mengancam bagian dapur rumah warga di Lingkungan Kaloran.
Sementara di Kecamatan Manyaran, longsor terjadi di Dusun Delaman, Desa Gunungan yang meruntuhkan talud, serta di Desa Bero yang sempat menutup akses jalan desa.
Fasilitas pendidikan juga terdampak, di mana material longsoran sempat menimbun teras belakang ruang TU dan ruang guru di SMP N 3 Satu Atap Jatiroto.
Imbauan Keselamatan Masyarakat
Meskipun rangkaian bencana tersebut menimbulkan kerugian material, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh insiden yang terjadi.
Tim BPBD telah melakukan asesmen cepat di lokasi-lokasi terdampak untuk menentukan langkah penanganan lanjutan serta memberikan bantuan darurat yang diperlukan.
Fuad kembali mewanti-wanti agar warga, terutama yang tinggal di daerah rawan perbukitan dan bantaran sungai, untuk tetap memantau informasi cuaca secara berkala.
"Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa kemarin. Namun sekali lagi kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan potensi cuaca ekstrem di pancaroba," tegas Fuad menutup keterangannya. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono