RADARSOLO.COM - Aktivitas Yayuk -sapaan akrab Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno- kini lebih banyak dihabiskan di lapangan. Rutin turun ke desa-desa mendampingi kader PKK, memantau posyandu, hingga mendorong percepatan penurunan stunting. Namun, dari sekian banyak kegiatan, yang paling dinikmati adalah saat berdialog dengan pelaku UMKM perempuan. Latar belakangnya sebagai pengusaha membuat komunikasi terasa lebih 'nyambung'.
"Cerita mereka tentang modal, pemasaran, sampai mengatur uang dapur itu sangat dekat dengan pengalaman saya," ujarnya.
Di lapangan, Yayuk mengaku kerap menemukan ketangguhan perempuan desa yang memikul peran ganda. Perempuan yang bekerja sekaligus mengurus keluarga. Hal itu justru menjadi sumber inspirasi tersendiri.
Momen paling menyentuh baginya adalah saat melihat perubahan nyata, seperti balita yang mulai sehat setelah pendampingan gizi. "Melihat mereka tersenyum, lelah perjalanan ke lokasi langsung hilang," terangnya.
Yayuk juga kerap menjadi tempat curhat warga. Mulai dari harga kebutuhan pokok hingga biaya pendidikan anak. Perannya tak hanya sebagai pendengar, tapi juga jembatan aspirasi ke program pemerintah.
Menurutnya, dampak besar sering lahir dari hal sederhana, seperti edukasi pola asuh di posyandu. Menurut dia, dari obrolan kecil itu sebenarnya sedang menyelamatkan satu generasi. Meski demikian, tantangan terberat adalah mengelola ekspektasi masyarakat di tengah keterbatasan. Dia harus menyampaikan realitas tanpa mengecewakan warga.
Saat lelah, dia memilih kembali ke keluarga sebagai “tempat recharge”. Baginya, keluarga adalah sumber energi utama untuk kembali menjalankan pengabdian. Dia juga meluruskan anggapan bahwa perannya hanya seremonial. "Di balik itu ada kerja nyata, strategi, dan turun langsung ke lapangan," tandasnya. (al/nik)
Editor : Niko auglandy