RADARSOLO.COM- Polisi buka suara atas kabar aksi pembegalan yang di wilayah Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri.
Diketahui, masyarakat digegerkan dengan adanya pesan berantai di WhatsApp (WA) yang menyebutkan pembegalan terjadi di wilayah Surupan yang masuk wilayah Desa Bulurejo Kecamatan Nguntoronadi Jumat (26/4/2026) dini hari. Kabar itu juga sempat muncul di Facebook.
Informasi tersebut menyebutkan adanya perampasan sepeda motor terhadap seorang warga yang baru pulang kerja sekira pukul 02.00.
Dalam pesan yang beredar, korban disebut berasal dari wilayah Sumbulan (Desa Tanjungsari Kecamatan Tirtomoyo).
Korban dikabarkan dipepet dua orang tak dikenal saat melintas di dekat Masjid Surupan.
Pelaku disebut-sebut membawa senjata tajam dan langsung merampas sepeda motor jenis Yamaha NMax milik korban.
Pesan tersebut dengan cepat menyebar luas di berbagai grup percakapan warga, memicu kekhawatiran sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat setempat.
Kapolsek Nguntoronadi AKP Tri Agus mengatakan, pihaknya menerima aduan terkait hilangnya motor warga Kecamatan Tirtomoyo.
Meski demikian, aduan yang diterima memiliki sejumlah perbedaan dengan pesan berantai yang beredar di media sosial.
Baca Juga: Dapat Sanksi KLH, Pemkot Solo Wajib Hentikan Praktik 'Open Dumping' di TPA Putri Cempo
"Kalau itu yang beredar kan motor NMax, yang diadukan itu motor Beat," ujar dia Minggu (26/4/2026).
Dari pengakuan pengadu, kejadian terjadi pada Kamis (23/4/2026) sekira pukul 02.00-02.30 dini hari di wilayah Kecamatan Nguntoronadi.
Jika merujuk pengakuan korban, korban pulang dari Solo sekira pukul 01.00.
Di tengah perjalanan, korban sempat berhenti di sejumlah titik, mulai dari SPBU hingga toko kelontong di wilayah Kecamatan Ngadirojo.
Baca Juga: Berlaku hingga Akhir 2026: Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Tak Perlu KTP Pemilik Asal
Saat perjalanan pulang ke Tirtomoyo, korban mengaku sempat berpapasan dengan dua orang yang kemudian berbalik arah dan menghentikan korban di wilayah Sidomulyo Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi.
"Pengakuannya, motor kemudian dihentikan. Lalu diminta handphone-nya sambil membawa sebilah pedang, pengakuannya," terang kapolsek.
Masih berdasarkan pengakuan korban, setah mengetahui orang tak dikenal membawa pedang korban langsung lari.
Motor ditinggalkan dan tak diketahui keberadaannya.
Menurit Tri Agus, usai menerima aduan itu pihaknya melakukan penyelidikan bersama Resmob Polres Wonogiri.
Sejumlah CCTV juga telah diperiksa termasuk CCTV warung kelontong di Kecamatan Ngadirojo dan lainnya.
"Aduan masuk itu Jumat (24/4/2025)," kata dia.
Muncul keraguan masyarakat yang mempertanyakan keaslian kejadian itu.
Apalagi juga ada isu bahwa sosok yang mengaku kehilangan sepeda motor itu usai kalah judi online.
Terkait hal itu, Kapolsek menuturkan pihaknya masih melakukan pendalaman.
Meski demikian, isu itu diakui membuat sejumlah warga khawatir saat berkendara di wilayah Kecamatan Nguntoronadi. Utamanya saat malam hari.
"Kami imbau agar masyarakat tetap tenang namun juga waspada dengan potensi kejahatan. Semisal berkendara saat malam hari bisa diupayakan tidak sendirian," kata dia.
Terpisah, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengatakan, pihaknya menerima aduan dari masyarakat terkait kehilangan sepeda motor.
"Prinsipnya, kita terima aduan dari warga dan kita tindaklanjuti," jelasnya.
Soal kebenaran aduan yang diberikan dan soal indikasi pengadu yang kalah judi online dan menjual motornya, pihaknya masih melakukan pendalaman. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono