RADARSOLO.COM - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dilakukan oleh BRI Kantor Cabang Wonogiri.
Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, BRI Kantor Cabang Wonogiri membekali para pegawainya untuk sigap saat terjadi bencana dengan menggelar simulasi gempa bumi, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai, termasuk Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Wonogiri Shaka Aji Nugraha yang tampak terlibat langsung dalam setiap tahapan simulasi.
Baca Juga: BRI Wonogiri Pasang QRIS di Pasar Darurat Wonogiri, Transaksi Pedagang Makin Mudah
Pinca juga memastikan seluruh pegawai mengikuti prosedur dengan benar dan tetap tenang saat proses evakuasi berlangsung.
Kepala BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengatakan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari BRI Kantor Cabang Wonogiri dengan dukungan pelatihan dari BPBD.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini penting untuk membangun budaya sadar bencana di lingkungan kerja.
"Simulasi ini diinisiasi oleh BRI Wonogiri, dan kami dari BPBD memberikan dukungan pelatihan serta pendampingan. Tujuannya agar para pegawai memiliki kesiapsiagaan yang baik ketika menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi," ujar Fuad.
Sementara itu, Pinca BRI Wonogiri Shaka Aji Nugraha menegaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjamin keselamatan pegawai maupun nasabah.
Menurutnya, kesiapsiagaan bencana harus menjadi budaya kerja yang melekat di lingkungan perbankan.
"Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh pegawai memahami langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa. Tidak hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga untuk membantu nasabah yang sedang berada di kantor," terang Shaka.
Pinca menambahkan, latihan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala agar respons pegawai semakin terlatih dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.
"Harapannya, dengan latihan rutin, seluruh pegawai bisa bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga risiko dapat diminimalkan," imbuhnya.
Selain melatih respons individu, simulasi juga menekankan pentingnya koordinasi tim dalam situasi darurat.
Petugas internal ditunjuk untuk memastikan jalur evakuasi aman, membantu rekan kerja yang membutuhkan, serta melakukan pengecekan jumlah pegawai di titik kumpul.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengingatkan pentingnya budaya siap siaga di tengah meningkatnya potensi bencana alam.
Melalui simulasi ini, diharapkan seluruh pegawai BRI Wonogiri tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat benar-benar terjadi.
Dengan demikian, keselamatan jiwa dapat lebih terjamin dan risiko kerugian dapat ditekan seminimal mungkin. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono