RADARSOLO.COM - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) menghantam industri garmen di Wonogiri.
Ratusan pekerja di Kecamatan Ngadirojo dan Nguntoronadi kehilangan mata pencaharian akibat persoalan finansial perusahaan.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Wonogiri Seswanto mengatakan, ada ratusan pekerja CV Cahyo Nugroho Jati dan perusahaan satu grupnya terdampak PHK. Sebagian lain memilih mengundurkan diri.
"Itu pabriknya bangkrut. Ada sekitar 400-an lebih pekerja yang terdampak, tidak bekerja lagi di sana," ujar dia.
Menurut dia, perusahaan yang bergerak di produksi pakaian jadi itu mengalami kesulitan keuangan hingga tak mampu membayar upah pekerja.
Masalah tersebut diduga dipicu persoalan manajerial yang berujung kerugian dan terganggunya operasional.
Sebelum benar-benar berhenti, imbuh dia, banyak pekerja sempat dirumahkan.
Kini, para pekerja berupaya menuntut hak, termasuk pencairan Jaminan Hari Tua (JHT).
Seswanto menilai jumlah pekerja di perusahaan tersebut cukup besar untuk ukuran Wonogiri. Mereka meminta pemerintah daerah turun tangan.
Baca Juga: Wabup Dwi Fajar Nirwana Lepas 5 Petugas Haji Daerah: Jaga Nama Baik Boyolali di Tanah Suci
"Menurut saya perlu pendampingan serius, baik untuk pemenuhan hak pekerja maupun penyaluran ke perusahaan lain," kata Seswanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Wonogiri Wiyanto turut mengamini adanya persoalan di tiga perusahaan dalam satu grup, yakni CV Cahyo Nugroho Jati, CV Cahaya Busana Abadi, dan CV Anugrah.
Ketiganya dimiliki pihak yang sama dan tengah menghadapi kesulitan keuangan diduga karena kesalahan manajemen.
Dampaknya, hubungan kerja menjadi tidak jelas hingga banyak pekerja memilih resign.
Baca Juga: Bahaya! Persebaya On Fire, Persis Solo Terancam Degradasi: Sosok Ini Tebar Ancaman
Lalu apa yang dilakukan Pemkab Wonogiri atas peristiwa itu? Wiyanto menuturkan, pihaknya melakukan pendampingan, salah satunya memfasilitasi pencairan JHT.
"Kita coba pastikan hak pekerja terpenuhi. Pekerja juga mencoba mencairkan JHT," kata dia.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa masih ada lowongan kerja di sejumlah industri sejenis.
Salah satu contohnya adalah di perusahaan Top and Top dan perusahaan lainnya.
"Secara umum industri di Wonogiri masih baik. Kejadian ini lebih karena persoalan manajemen internal perusahaan," pungkas Wiyanto. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono