Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bentuk Generasi Tangguh, BPBD Boyolali Bekali Siswa Saka Wira Kartika Ilmu Mitigasi Bencana

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 7 Mei 2026 | 13:33 WIB
Sebanyak 20 pelajar yang tergabung dalam Pramuka Saka Wira Kartika mengikuti sosialisasi intensif di Kantor BPBD Kabupaten Boyolali, Kamis (7/5/2026). (ISTIMEWA)
Sebanyak 20 pelajar yang tergabung dalam Pramuka Saka Wira Kartika mengikuti sosialisasi intensif di Kantor BPBD Kabupaten Boyolali, Kamis (7/5/2026). (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM – BPBD Boyolali secara konsisten melakukan penguatan literasi kebencanaan yang menyasar generasi muda.

Kali ini, sebanyak 20 siswa yang tergabung dalam Pramuka Saka Wira Kartika mengikuti sosialisasi intensif di Kantor BPBD Kabupaten Boyolali, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kompetensi Krida Penanggulangan Bencana guna mencetak relawan muda yang memiliki kesiapan mental dan teknis dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan mereka.

Baca Juga: Gerakan Rabu Pon, Perempuan Jatiyoso Karanganyar Didorong Jaga Ekosistem Alam

Peran Strategis Pelajar dalam Mitigasi

BPBD memandang bahwa sekolah dan organisasi kepramukaan merupakan jalur paling efektif untuk menyebarluaskan kesadaran akan risiko bencana.

Mengingat karakteristik wilayah Boyolali yang memiliki beragam potensi ancaman alam, pembekalan sejak dini dianggap sebagai investasi keselamatan jangka panjang.

Melalui edukasi ini, para siswa diharapkan mampu menjadi agen informasi yang mampu mengedukasi keluarga serta masyarakat luas mengenai langkah-langkah penyelamatan diri.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Ari Wahyu Prabowo menuturkan, pemahaman mengenai risiko bencana merupakan pengetahuan dasar yang wajib dimiliki setiap warga negara, termasuk pelajar.

“Edukasi terkait penanggulangan bencana sangat penting serta harus dimulai dari usia sekolah, karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan dimana saja,” tegas Ari saat memberikan pengarahan.

Menurutnya, kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana akan sangat menentukan minimnya jumlah korban jiwa di masa depan.

Materi Inti dan Simulasi Pertolongan

Baca Juga: Sembunyi di Rumah Juru Kunci Wonogiri, Kiai Cabul Pati Berhasil Ditangkap, Begini Kronologi Pelariannya

Dalam sesi sosialisasi tersebut, tim instruktur BPBD menyampaikan dua materi fundamental.

Materi pertama berkaitan dengan Mitigasi Bencana Gempa Bumi, yang memetakan zona-zona rawan di Boyolali serta memberikan panduan praktis perlindungan diri saat terjadi guncangan.

Materi kedua berfokus pada Pertolongan pada Korban Bencana, di mana siswa dibekali keterampilan dasar penilaian medis, teknik pembidaian sederhana untuk cedera patah tulang, hingga metode evakuasi yang aman bagi korban dan penolong.

Selain pemaparan teori, para peserta juga diajak turun ke lapangan untuk mengenal lebih dekat berbagai alat Search and Rescue (SAR) yang dimiliki BPBD.

Baca Juga: Gulung Jaringan Penimbun Solar Bersubsidi di Tulung Klaten, Polisi Tangkap 2 Pelaku dan Sita 2 Ton BBM

Mereka diperkenalkan dengan fungsi tandu basket, tandu lipat, Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, hingga penggunaan alat pemotong besi dan operasional kendaraan evakuasi.

Simulasi langsung dilakukan untuk memberikan pengalaman nyata bagi para siswa dalam mengoperasikan tandu dan mengevakuasi korban dari area yang sulit dijangkau.

Membentuk Generasi Tangguh Bencana

Kegiatan ini mendapat respon positif dari pihak sekolah dan pembina pramuka. Edukasi langsung dari praktisi lapangan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.

“Anak-anak jadi paham risiko bencana di Boyolali dan tahu harus ngapain saat darurat. Ini bekal penting untuk Saka Wira Kartika,” ujar salah satu pembina siswa yang mendampingi di lokasi.

Pembekalan teknis ini diharapkan dapat memperkuat struktur kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat sejak usia dini.

BPBD Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus membuka pintu bagi kunjungan edukasi serupa dari berbagai institusi pendidikan lainnya.

Baca Juga: Siswa SMKN 1 Jatiroto Wonogiri Diduga Keracunan, Keluhkan Sakit Perut-Diare: Penyebab Masih Misterius

Melalui program berkelanjutan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan mencetak generasi yang tanggap dan tangguh, Kabupaten Boyolali optimistis dapat meminimalkan dampak risiko bencana melalui budaya sadar bencana yang tertanam sejak bangku sekolah. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#edukasi pelajar #mitigasi bencana #BPBD Boyolali #Saka Wira Kartika