Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

235 Pelajar dan 7 Guru di Jatiroto Mengalami Gejala Diduga Keracunan, Dinkes Wonogiri Terjunkan Tim dan Ambil Sampel Makanan

Iwan Adi Luhung • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:23 WIB
Ilustrasi gejala keracunan. (DOK. FREEPIK)
Ilustrasi gejala keracunan. (DOK. FREEPIK)

 RADARSOLO.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri menerjunkan tim ke Kecamatan Jatiroto guna mengungkap penyebab dugaan keracunan.

"Saat ini kami menerjunkan tim ke Jatiroto. Rencananya ambil sampel makanan," ujar Kepala Dinkes Wonogiri Mubarok, Kamis (7/5/2026).

Terkait penyebab dugaan keracunan, Mubarok belum bisa bicara banyak karena timnya masih berkoordinasi di lapangan.

Lalu berapa jumlah anak yang mengalami gejala mengarah keracunan? "Informasinya ada 200-an ini tadi," jelas Mubarok.

Baca Juga: Dejan Tumbas Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persis Solo Setelah Dipermalukan Malut United

Sementara itu, informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, tercatat 235 pelajar dan 7 guru yang mengalami gejala diduga keracunan.

Di sisi lain, muncul dugaan peristiwa itu disebabkan karena menu makan bergizi gratis (MBG).

Diketahui, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengirimkan MBG di SMKN 1 Jatiroto adalah dapur yang sebelumnya menjadi sorotan karena adanya temuan gabus puntung rokok di menu MBG yang dibagikan, Rabu (6/5/2026).

Dikonfirmasi soal hal tersebut, Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Wonogiri Pandri Prabowo belum membalas pesan WhatsApp (WA) dari radarsolo.jawapos.com. Meski demikian, Pandri dikabarkan merapat ke lokasi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah murid SMKN 1 Jatiroto mengalami gejala mengarah keracunan. Mereka mengeluhkan sakit perut dan diare pada Kamis (7/5/2026).

Pelajar yang mengalami dugaan keracunan tersebar di beberapa kelas. 

Baca Juga: Jelang Iduladha 2026: Disnakkan Boyolali Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban di Seluruh Pengepul

Kejadian tersebut diamini Kepala SMKN 1 Jatiroto Suhari. "Ini masih dilakukan pendataan di kelas-kelas (siswa yang mengalami gejala mengarah keracunan,red)," ujar dia lewat sambungan telepon.

Suhari menuturkan, siswa yang mengalami gejala sakit perut dan diare itu tersebar di kelas X dan XI.

Siswa kelas XII sudah lulus dan mengurus keperluan administrasi seperti surat keterangan lulus (SKL).

"Keluhannya sakit perut dan diare. Sejauh ini tidak ada yang dirawat. Tadi di kelas XI ada yang sakit perut dan minta izin pulang," jata dia.

Soal sumber yang diduga memicu keracunan, Suhari mengaku belum bisa memastikannya.

Baca Juga: Bentuk Generasi Tangguh, BPBD Boyolali Bekali Siswa Saka Wira Kartika Ilmu Mitigasi Bencana

Apakah itu karena jajanan yang dikonsumsi siswa atau karena menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan, Rabu (6/5/2026).

Sebab, dia juga mengonsumsi menu MBG itu dan tidak mengeluhkan gejala apapun hingga Kamis siang.

"Saya juga makan itu. Menunya ada ayam, oseng teri dan mi. Buahnya kelengkeng. Saya juga makan tapi tidak apa-apa. Bocah-bocah lara mergo kui (MBG) opo udu kita juga belum bisa memastikan," papar dia.

Kepala SMKN 1 Jatiroto juga telah meminta guru lain untuk menanyakan ke sekolah lain yang satu pemasok MBG dengan SMKN 1 Jatiroto apakah ada siswa yang mengeluhkan hal serupa. Sejauh ini, informasi yang diterimanya tak ada.

"Kami sudah lapor ke beberapa pihak terkait kondisi ini. Baru saja," kata dia.

Baca Juga: Gerakan Rabu Pon, Perempuan Jatiyoso Karanganyar Didorong Jaga Ekosistem Alam

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jatiroto Agung Wiransyah mengatakan pihaknya juga baru mendapatkan informasi kejadian di SMKN 1 Jatiroto 

"Sementara kita baru lakukan  investigasi  kebenaran datanya dulu," kata dia. (al)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#smkn 1 jatiroto wonogiri #gejala keracunan #dinkes wonogiri #keracunan #sampel makanan