Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bertahun-tahun Siswi SMP di Wonogiri Jadi Sasaran Pelecehan, Ketua DPRD Wonogiri Sriyono: Tidak Bisa Diselesaikan dengan Cara Normatif!

Iwan Adi Luhung • Jumat, 8 Mei 2026 | 18:10 WIB
Ketua DPRD Wonogiri Sriyono. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Ketua DPRD Wonogiri Sriyono. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Dugaan pelecehan terhadap siswi SMP di Wonogiri dengan tersangka, J, 55, guru olahraga sekolah setempat memantik reaksi Ketua DPRD Wonogiri Sriyono.

Dia menilai perlu dibangun sistem pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah agar kasus serupa tidak terus berulang.

"Kalau kita pakai cara yang normatif saja, kelihatannya sangat berat menyelesaikan masalah itu," tegas Sriyono, Rabu (6/4/2026).

Baca Juga: Polwan Polres Sragen Ini Punya Jurus Humanis Bentengi Generasi Muda dari Narkoba

Menurut dia, saat kondisi sudah mengancam hingga ada indikasi perilaku menyimpang, Pemkab dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri harus membuat formulasi khusus agar permasalahan ini tak terjadi lagi.

"Sudah bertahun-tahun seperti ini tapi tidak ada solusi. Saya kira ini seperti fenomena gunung es (hanya terlihat puncaknya). Ini yang terungkap, yang di bawah bagaimana? Jangan sampai ada lagi di sekolah umum atau pondok terjadi," tegas Sriyono.

Ditambahkan Sriyono, formulasi khusus itu harus dibahas bersama. Sehingga benar-benar efektif menihilkan kasus serupa.

"Sistemnya perlu dibangun. Kalau tidak dibangun, sulit," kata dia.

DPRD juga mendorong Pemkab Wonogiri mengalokasikan anggaran untuk sosialisasi dan pendidikan pencegahan pelecehan di sekolah mulai tahun ini.

"Saya pikir kalau yang diedukasi langsung kepada para siswa akan lebih bagus. Mereka jadi tahu seperti apa pelecehan seksual itu, dan bagaimana mencegahnya," beber dia.

Baca Juga: Buntut Dugaan Keracunan Ratusan Murid SMKN 1 Jatiroto dan Temuan Puntung Rokok di Menu MBG, Wabup Wonogiri Cek Dapur SPPG Jatiroto 1: Ini Hasilnya

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Wonogiri Azalea Puteri Utami mengapresiasi keberanian para siswi yang mulai berbicara dan melaporkan dugaan pelecehan yang mereka alami.

Azalea mengaku prihatin sekaligus sedih atas kasus yang menimpa para korban.

"Tindakan tidak pantas yang dilakukan pelaku kan memang diduga sudah berlangsung selama bertahun-tahun," ungkapnya.

Bahkan, Azalea mengaku pernah mengalami perlakuan serupa oleh J saat masih menjadi siswi di SMP tersebut pada 2013 lalu.

"Saya salut kepada adik-adik yang sudah berani bicara dan melapor," kata dia.

Baca Juga: Perputaran Uang Program MBG di Klaten Tembus Rp150 Miliar per Bulan, Bupati Hamenang Minta SPPG Serap Produk Lokal

Menurut Azalea, banyak kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan yang tidak terungkap karena korban takut melapor.

Relasi kuasa antara guru dan murid kerap membuat korban memilih diam.

Dia mengusulkan pembentukan satuan tugas pencegahan pelecehan di setiap sekolah.

Satgas tersebut diharapkan melibatkan guru maupun siswa agar pengawasan lebih efektif.

"Kalau perlu ada forum siswa antikekerasan seksual di sekolah. Jadi ketika ada kasus, mereka punya keberanian untuk melapor," kata dia. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pelecehan siswi smp di wonogiri #guru olahraga lecehkan siswi #cegah pelecehan di sekolah #dprd wonogiri #Ketua DPRD Wonogiri Sriyono