RADARSOLO.COM – Pemkab Wonogiri terus memperkuat benteng pertahanan terhadap potensi bencana alam dengan menginisiasi program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana).
Langkah strategis ini diambil guna memastikan respons cepat dan kesiapsiagaan mandiri di tingkat wilayah dapat berjalan lebih sistematis.
Baca Juga: Aksi Heroik Warga Pracimantoro Wonogiri Kepung Pencuri Motor Petani yang Sembunyi di Permukiman
Melalui pengukuhan unit baru ini, peran pemerintah di tingkat kecamatan akan dioptimalkan sebagai pusat komando koordinasi penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.
Rencana pengukuhan Kencana dijadwalkan berlangsung pada Senin (18/5/2026).
Fokus utama dari pembentukan unit ini adalah untuk mengatrol kualitas Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) sub-urusan bencana agar lebih dekat dan cepat menjangkau masyarakat terdampak.
Pihak BPBD menilai bahwa kedekatan geografis perangkat kecamatan dengan lokasi potensi bencana menjadi aset krusial dalam upaya mitigasi dan penanganan darurat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Fuad Wahyu Pratama menjelaskan, pembentukan Kencana merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan dasar kepada warga.
"Juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan terkait dengan bencana," ujar Fuad, Rabu (13/5/2026).
Ia menekankan bahwa meski peran kecamatan dioptimalkan, tanggung jawab akhir pemberian layanan tetap menjadi komitmen pimpinan daerah.
Program Kencana hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang kebencanaan melalui kolaborasi lintas pihak di tingkat kecamatan.
Selama ini, kecamatan sering menjadi titik pertama dalam pelaporan kejadian, sehingga penguatan fungsi ini dianggap sebagai langkah yang sangat relevan.
Dengan sistem ini, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan perangkat daerah lainnya diharapkan bisa lebih terkoneksi secara vertikal maupun horizontal.
"Kencana ini mengoptimalkan peran pemerintah di tingkat kecamatan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana," beber Fuad.
Baca Juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Ancam Tindak Tegas Pengusaha Tambang Nakal
Mantan Camat Giriwoyo itu menambahkan, dengan adanya instruksi yang jelas, setiap kecamatan akan memiliki pedoman yang lebih tegas dalam bertindak saat terjadi situasi kedaruratan, mulai dari pendataan hingga langkah evakuasi awal.
Guna mendukung operasional Kencana di lapangan, pemerintah daerah juga telah merancang skema pemenuhan alat dan perlengkapan keamanan secara bertahap.
Hal ini sangat penting mengingat geografis Wonogiri yang memiliki beragam potensi bencana, mulai dari tanah longsor di wilayah pegunungan hingga pohon tumbang di akses jalan utama.
Ketersediaan alat dasar menjadi prioritas agar petugas di kecamatan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan tim kabupaten saat menit-menit awal kejadian.
Fuad menambahkan bahwa aspek peralatan teknis akan disesuaikan dengan kerawanan di masing-masing wilayah.
Baca Juga: Lepas E4 Resmi Segera Hadir di Indonesia! Mobil Listrik Baru yang Bisa Tembus 500 Km Sekali Jalan
Upaya pemenuhan sarpras di Kencana akan dilakukan secara bertahap, termasuk pengadaan alat operasional lapangan.
"Misalnya seperti peralatan chainsaw dan lainnya," tutupnya. Melalui program Kencana, Wonogiri optimistis dapat membangun masyarakat yang lebih tangguh dan tanggap terhadap setiap dinamika alam yang terjadi. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono