RADARSOLO.COM - Duo folk Jawa asal Wonogiri, Wanadwika, mulai memperkuat eksistensinya di skena musik independen lewat pertunjukan intim bertajuk Wanaswara yang digelar beberapa waktu lalu.
Acara tersebut menjadi penampilan perdana Wanadwika di kota asal mereka setelah sebelumnya tampil di sejumlah kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Wanadwika digawangi Risang Gotho dan Nathan Adiningrat. Keduanya dikenal mengusung musik folk dengan sentuhan tradisi Jawa yang kental.
Sejumlah karya mereka seperti Luh, Melati, dan Dahlia menjadi identitas musikal yang perlahan mulai dikenal di kalangan penikmat musik independen.
Melalui Wanaswara, Wanadwika menghadirkan konsep pertunjukan intim yang menekankan kedekatan antara musisi dan penonton.
Tidak sekadar tampil membawakan lagu, mereka juga membangun ruang interaksi yang lebih personal dengan penikmat musik lokal.
"Wanaswara bukan hanya tentang kami, tetapi bagaimana musisi lokal dapat saling mendukung dan berkembang bersama," ujar Risang dan Nathan kompak.
Meski berasal dari Wonogiri, perjalanan bermusik Wanadwika justru lebih dulu dikenal di luar daerah.
Mereka tercatat pernah tampil di Surakarta, Madiun, Klaten hingga Yogyakarta sebelum akhirnya menggelar pertunjukan di kampung halaman sendiri.
Dalam Wanaswara, Wanadwika turut menggandeng sejumlah musisi dari berbagai daerah seperti Kondang Winangun asal Klaten, Kukuh Haryanto, Bangkit Yuyudono asal Madiun, hingga Kukuh Kudamai, pencipta lagu Mendung Tanpo Udan.
Bagi Wanadwika, Wanaswara bukan hanya panggung pertunjukan, tetapi juga langkah membangun ekosistem musik lokal yang lebih hidup di Wonogiri. (al)
Editor : Nur Pramudito