Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Tebar 100 Ribu Ekor Benih Ikan di Perairan WGM Gajah Mungkur, Dipastikan Bukan Spesies Asing dan Invasif

Iwan Adi Luhung • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:36 WIB
Penebaran ratusan ribu ekor benih ikan di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM), Jumat (22/5/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Penebaran ratusan ribu ekor benih ikan di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM), Jumat (22/5/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM- Perum Jasa Tirta bersama PLN Indonesia Power melakukan aksi penebaran kembali (restocking) sebanyak 100 ribu ekor benih ikan di perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Jumat (22/5/2026).

Langkah ini ditempuh sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan darat sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.

Total benih yang dilepaskan ke waduk tersebut terdiri atas 50 ribu ekor ikan tawes dan 50 ribu ekor ikan patin.

Baca Juga: Umbul Gemuling Banyudono Boyolali Jadi Alternatif Wisata Air Alami Gratis

Pihak penyelenggara memastikan jenis ikan yang dipilih aman bagi ekosistem air tawar setempat dan tidak dikategorikan sebagai spesies asing yang invasif.

Senior Manajer Unit Bisnis Pembangkitan Mrica PLN Indonesia Power Wasis Jati Jatmiko menjelaskan, pemilihan komoditas ikan ini didasarkan pada hasil pemetaan kondisi perairan serta mengakomodasi usulan langsung dari kelompok nelayan tangkap tradisional.

"Ikan tawes dipilih karena merupakan spesies endemik di Jawa. Sedangkan ikan patin memiliki nilai ekonomi tinggi," ujar Wasis.

Wasis menambahkan, meskipun ikan patin bukan merupakan spesies asli yang berkembang secara historis di perairan WGM, karakteristik biologisnya tidak bersifat merusak atau mendominasi rantai makanan secara destruktif terhadap ikan lokal lainnya.

Daya dukung lingkungan berupa kualitas air di Waduk Gajah Mungkur saat ini juga dinilai masih dalam kondisi baik untuk menopang pertumbuhan benih tersebut.

Program pemulihan populasi ikan ini mendapat dukungan dari Pemkab Wonogiri.

Baca Juga: Bawa 4 Ban Serep, Mbah Pur, Tukang Bangunan asal Cawas Klaten Umrah dengan Naik Sepeda  

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Wonogiri Niken Kuntarti menjelaskan, intervensi hulu ini sangat diperlukan untuk menggenjot volume produksi perikanan daerah.

Berdasarkan data statistik, performa produksi sektor perikanan tangkap di Wonogiri pada tahun 2025 mampu menyentuh angka 4.653,73 ton.

Kendati volume produksi tergolong besar, tingkat serapan konsumsi ikan di kalangan masyarakat Wonogiri justru masih berada di grafik yang rendah.

"Intervensi lewat penebaran benih ikan ini sangat krusial untuk pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mendongkrak kesejahteraan pelaku usaha perikanan tangkap," kata Niken Kuntarti.

Catatan dinas menunjukkan angka konsumsi ikan warga Wonogiri pada tahun 2025 baru mencapai 16,11 kilogram per kapita per tahun. Indeks tersebut menempatkan Wonogiri di bawah rata-rata tingkat konsumsi Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 16,32 kilogram.

Serta tertinggal cukup jauh dari standar pencapaian nasional yang telah menyentuh 26,08 kilogram per kapita per tahun.

Melalui pembudidayaan massal ini, harga ikan di pasar lokal diharapkan dapat lebih terjangkau oleh daya beli masyarakat. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#tebar ikan #waduk gajah mungkur