Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Warga Wonogiri Mulai Rasakan Bediding, Puncaknya Kemarau Diprediksi Agustus

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 31 Mei 2026 | 14:30 WIB
Panas menyengat di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota, Minggu (31/5/2026) siang. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Panas menyengat di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota, Minggu (31/5/2026) siang. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Warga Wonogiri mulai merasakan bediding (hawa dingin yang terasa menusuk kulit) di malam hari hingga pagi yang menjadi salah satu fenomena menuju musim kemarau.

Hawa bediding mulai terasa belakangan ini. Warga sejumlah wilayah seperti Kecamatan Wonogiri Kota dan Batuwarno sudah mulai merasakan hawa dingin di  malam hari.

Aris Munandar (30) warga Kecamatan Batuwarno mengaku sudah merasakan fenomena bediding baru-baru ini.

Baca Juga: Teror Pocong Viral, Polresta Solo Ingatkan Modus Kejahatan Berkedok Menakut-nakuti Warga

Saat malam hari, dingin terasa lebih menusuk dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

"Apalagi kalau sudah tengah malam sampai pukul 06.00. Hawanya dingin sekali," ujar dia Minggu (31/6/2026).

Terpisah, Erlangga (29) warga Kecamatan Wonogiri Kota juga merasakan hal serupa.

Jika pada malam hari cuaca terasa dingin, di siang hari cuaca terasa lebih panas.

"Kalau siang panasnya sangat terik," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada bulan April-Juni di wilayah Jawa Tengah mengalami masa peralihan musim penghujan ke kemarau.

Baca Juga: Misteri Kiriman Sate Ayam di Ngemplak Boyolali: Ayam yang Patuk Bumbunya Mati

"Wonogiri diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, dengan sebagian kecil wilayah lebih awal pada April 2026," ujar dia.

Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi bakal terjadi pada bulan Agustus. Atas kondisi cuaca yang dirasakan, Fuad mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh.

"Bisa melakukan pencegahan dehidrasi dengan minum aie yang cukup mengingat saat kemarau suhu cenderung lebih tinggi saat siang hari," kata Fuad.

Selain itu, warga juga bisa bijak dan hemat dalam menggunakan air. Warga juga diimbau tidak membakar sampah tanpa pengawasan demi mencegah terjadinya kebakaran.

Jika terjadi kelangkaan air yang ekstrem, warga juga bisa melaprkan ke pemerintah desa/kelurahan, relawan atau langsung ke BPBD. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#bediding #bpbd wonogiri #puncak kemarau #peralihan musim #wonogiri