Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Melampaui Target, Realisasi Pendapatan Daerah Wonogiri Tahun 2025 Capai Rp2,454 Triliun

Iwan Adi Luhung • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:01 WIB
Wabup Wonogiri Imron Rizkyarno saat membacakan penjelasan Bupati Wonogiri saat rapat paripurna DPRD Wonogiri, Selasa (2/6/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Wabup Wonogiri Imron Rizkyarno saat membacakan penjelasan Bupati Wonogiri saat rapat paripurna DPRD Wonogiri, Selasa (2/6/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Pemkab Wonogiri membukukan realisasi kinerja pendapatan daerah yang melewati ambang batas target pada Tahun Anggaran 2025.

Laporan keuangan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wonogiri terkait Pengajuan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025.

Nota pertanggungjawaban Kepala Daerah tersebut dibacakan oleh Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri, Imron Rizkyarno, pada Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Duh, Kelompok PNS Ini Tak Dapat Transferan Gaji Ke-13 2026 di Rekening

Berdasarkan draf laporan, realisasi akumulatif pendapatan daerah Wonogiri menyentuh angka Rp2,454 triliun, atau berstatus surplus dari target pagu yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp2,405 triliun.

Akselerasi perolehan ini didorong oleh realisasi sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pihak eksekutif mencatat pos PAD mampu menyumbang pendapatan riil sebesar Rp396,24 murni dari perencanaan awal yang dipatok pada angka Rp345,93 miliar.

"Dari target sebesar Rp345,93 miliar, PAD berhasil direalisasikan sebesar Rp396,24 miliar," kata Imron Rizkyarno saat membacakan nota penjelasan bupati di hadapan anggota dewan.

Secara rinci, penopang utama PAD bersumber dari sektor pajak daerah dengan angka realisasi Rp149,47 miliar, atau setara dengan 122,29 persen dari target internal.

Indikator pendapatan dari sektor retribusi daerah juga mencatatkan performa positif dengan perolehan mencapai Rp201,89 miliar atau merepresentasikan 105,25 persen dari target perencanaan.

Baca Juga: Uji Kompetensi Siswa SMK Lewat Gelar Karya

Selain dari sektor pajak dan retribusi, pemenuhan target pendapatan juga disumbang oleh kinerja profitabilitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang masuk dalam pos hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.

Sektor ini membukukan realisasi nilai sebesar Rp27,17 miliar dari target dasar senilai Rp24,38 miliar.

"Sementara itu, pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi sebesar Rp27,17 miliar atau 111,47 persen dari target yaitu Rp 24,38 miliar. Capaian tersebut didominasi dividen dari Bank Jateng, PT BPR BKK Wonogiri, dan PT BPR Bank Wonogiri. Lalu juga BUMD lainnya," urai Imron.

Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Damkar Boyolali Evakuasi Ular Sanca dan Kobra di Empat Lokasi

Di sisi lain, untuk pos pendapatan yang bersumber dari dana transfer—baik yang dikucurkan oleh pemerintah pusat maupun skema transfer antardaerah—tercatat terealisasi secara klaster sebesar Rp2,058 triliun hingga akhir masa periode anggaran.

Berkas rancangan peraturan daerah ini selanjutnya akan memasuki tahapan pembahasan oleh fraksi-fraksi DPRD Wonogiri sebelum disahkan menjadi peraturan daerah definitif. (al)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pendapadan daerah wonogiri #pad wonogiri 2025 #dprd wonogiri #Pajak #pendapatan asli daerah