RADARSOLO.COM - Kenaikan harga bahan baku rambak dalam beberapa bulan belakangan membuat pelaku usaha makanan tradisional itu pening.
Seperti dialami Dwi Prasetyo, pelaku usaha rambak di Dusun Kedungsono RT 04 RW 06 Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota.
"Minyak, tepung, bawang dan plastik juga (harganya naik semua)," ujarnya belum lama ini.
Baca Juga: SPMB 2026, SMA Negeri Favorit Masih Jadi Primadona Orang Tua Dan Calon Murid
Dwi menuturkan, kenaikan harga bahan baku terjadi sekira empat bulan belakangan secara bertahap.
"Misalnya tepung tapioka sekarung 25 kilogram dulu Rp208 ribu sekarang Rp320 ribu," ungkapnya.
Harga rebon juga naik drastis. Dari awalnya Rp25 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp70 ribu per kilogram.
"Plastik sebelumnya sekilo Rp32 ribu, sekarang sudah Rp60-an ribu,"kata dia.
Atas kondisi ini, Dwi mengurangi margin keuntungan hingga terpaksa menaikan harga rambak.
"Per kilogram rambak sekarang Rp27 ribu, sebelumnya Rp26 ribu untuk yang matang. Naik Rp1.000," kata dia.
Baca Juga: Siapa Edison? Profil Bupati Muara Enim yang Terjaring OTT KPK Terbaru
Sementara rambak mentah juga naik. Dwi menjualnya Rp18 ribu per kilogram. Sebelumnya satu kilogram rambak mentah dibanderol Rp17 ribu.
"Mau tidak mau naik. Sebenarnya kalau pengin keuntungannya sama naik Rp3 ribu. Tapi kan juga kasian sama pengecer mereka jualnya naik juga. Akhirnya naik Rp.1.000 saja," beber dia.
Rambak bikinan Dwi banyak diambil pedagang dari berbagai kecamatan di Wonogiri.
Ada juga pedagang dari Karanganyar hingga Surabaya yang memesan rambak Dwi. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono