RADARSOLO.COM-Prestasi membanggakan ditorehkan siswa-siswi sekolah dasar (SD) di Wonogiri.
Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), Wonogiri berhasil menempati peringkat ketujuh dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dan menjadi yang terbaik kedua di wilayah Solo Raya setelah Kota Solo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri Sriyanto mengatakan, capaian tersebut menunjukkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah dasar di Wonogiri terus mengalami peningkatan.
"Di tingkat Jawa Tengah, Wonogiri berada di urutan ketujuh. Sementara di wilayah karesidenan, hasil TKA anak-anak SD Wonogiri menempati urutan kedua setelah Solo," ujar dia.
Menurut Sriyanto, hasil tersebut cukup menggembirakan meskipun masih menyisakan ruang perbaikan.
Capaian itu menjadi indikator bahwa proses pembelajaran di ruang kelas berjalan dengan baik.
Salah satu faktor yang dinilai turut mendukung peningkatan kualitas belajar adalah optimalisasi penggunaan papan interaktif digital yang membuat pembelajaran lebih efektif dan menarik bagi siswa.
"Ini juga tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata hingga ke sekolah-sekolah di wilayah pinggiran," jelasnya.
"Baik sekolah negeri maupun swasta didorong untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi para peserta didik," Imbuh Sriyanto.
Berdasarkan data Disdikbud Wonogiri, rata-rata nilai TKA mata pelajaran Bahasa Indonesia mencapai 69,33, sedangkan Matematika sebesar 50,68.
Total rata-rata nilai TKA siswa SD di Wonogiri tercatat sebesar 120,01.
Selain capaian rata-rata yang cukup tinggi, terdapat enam siswa yang berhasil meraih nilai sempurna pada mata pelajaran Matematika.
Sementara itu, sebanyak 32 siswa memperoleh nilai maksimal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Meski berhasil menembus 10 besar Jawa Tengah, Sriyanto menilai peningkatan kemampuan literasi dan numerasi tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diupayakan.
Khusus kemampuan numerasi, ia mengakui hasil yang dicapai belum sesuai harapan.
"Evaluasi kami, perlu peningkatan untuk kemampuan numerasi siswa," pungkas dia. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono