RADARSOLO.COM - Ketua Komisi I DPRD Wonogiri Bambang Sadriyanto buka suara atas polemik antara perangkat desa di Kecamatan Selogiri dengan Camat Selogiri Fredy Sasono.
"Kalau menurut saya, itu hukum sebab akibat," ujar Bambang, Selasa (9/6/2026).
Apabila perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Selogiri menilai Fredy arogan, Bambang menghargai aspirasi itu disampaikan kepada Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Baca Juga: Berpolemik dengan Perangkat Desa, Nasib Camat Selogiri Fredy Sasono Tunggu Sikap Bupati Wonogiri
Pria yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Selogiri itu juga mengetahui bahwa awalnya PPDI Selogiri hendak menggelar aksi di kantor kecamatan setempat.
Bambang mengetahuinya saat dihubungi Bupati Setyo.
"Surat saat itu sudah masuk, ingin menyampaikan pendapat atau aspirasi ke kecamatan. Pak Setyo komunikasi dengan saya, kalau bisa bersurat saja. Itu saya sampaikan ke pengurus PPDI," bebernya.
Namun, PPDI Selogiri merespons bahwa mereka ingin tetap melakukan aksi di kantor kecamatan.
Namun seiring berjalan waktu, hasil koordinasi lanjutan antara PPDI Selogiri, Sekda, Kesbangpol dan kepolisian, aksi itu urung dilakukan.
Diganti rapat koordinasi di Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Jumat (5/6/2026).
"Saya sampaikan juga, biar elegan jangan ribut. Situasinya tidak bagus. Karena Pak Bupati sedang tidak di tempat saat itu, diterima Pak Sekda. Catatannya lakukan dengan tertib dan jaga sopan santun," terang Bambang.
Apakah sebelumnya Bambang juga sudah mengetahui permasalahan antara perangkat desa dan Camat Fredy?
Dia menuturkan sudah mendengar kasak-kusuk dimana ada hal-hal yang tidak bisa diterima oleh perangkat desa.
Menurut Bambang, langkah selanjutnya untuk merespons fenomena itu adalah domain eksekutif.
Pria yang akrab disapa Bambang Kingkong itu juga mengakui saat awal bertugas ke Selogiri, Fredy juga sudah bertemu dengan dia.
Saat itu, Fredy datang ke rumah Bambang dan berdiskusi soal penugasan Fredy di Selogiri.
Kala itu, Bambang menyebut setiap wilayah punya karakter masing-masing.
Kepada Fredy, Bambang menginformasikan bahwa kondisi di Selogiri harmonis.
Tata kelola pemerintahan termasuk di desa berjalan baik. Buktinya 10 desa di Selogiri mendapatkan predikat Desa Mandiri.
"Itu bukti selama ini desa dan perangkatnya klir. Komunikasi dengan Pak Sigit (Sigit Purwanto, Camat Selogiri sebelumnya) klir. Saya minta jaga ritme yang sudah berjalan baik," kata dia.
Bambang juga menyinggung karakter masyarakat Kecamatan Selogiri yakni bandol ngropol yang berarti guyub dan punya ikatan sosial yang kuat.
Jika tidak bisa menjaga keharmonisan, hal itu bisa berbahaya.
"Saat itu Mas Fredy datang, saya minta jaga keharmonisan. Saya kasih pesan itu," kata dia.
Saat mendengar kasak-kusuk soal gaya kepemimpinan Fredy, Bambang mengatakan, setiap pemimpin punya gayanya sendiri.
Namun akumulasi kejadian yang dinilai tak mengenakkan oleh perangkat desa membuat mereka bersuara menyalurkan aspirasinya kepada pemerintah.
Hal itu dinilai murni keinginan dari perangkat desa. Tak ada yang memprovokasi mereka.
Baca Juga: Sisi Lain Camat Giritontro Fredy Sasono yang Juga Ahli Pijat
"Kalau kehendaknya (perangkat desa) seperti itu, Pak Bupati ya harus segera bersikap. Teman-teman PPDI minta dievaluasi. Ya monggo evaluasi seperti apa kewenangan Pak Bupati," papar Bambang.
Meski sempat menyampaikan protes, Bambang menilai kinerja perangkat desa tetap terjaga.
Dia melihat, pelayanan kepada masyarakat masih berlangsung seperti sebelumnya.
"Hari ini perangkat desa klir. Pesan saya juga setelah menyampaikan aspirasi jangan berubah, tunggu kebijakan. Layanan kepada masyarakat masih jalan," beber Bambang.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, Fredy secara pemerintahan tidak melakukan kesalahan.
Artinya, imbuh Setyo, cara komunikasi Fredy yang kurang baik dan perlu ada perbaikan.
"Tapi tentunya apa yang telah dilakukan Pak Fredy menjadi evaluasi bagi kami sebagai pemerintah daerah. Kita memberlakukan pelayanan kepada masyarakat itu seperti apa," kata dia.
Sementara terkait dengan tuntutan agar Fredy dicopot dan lainnya, imbuh Setyo, hal itu akan menjadi evaluasi.
Meski demikian Bupati belum akan mengatakan langkah yang diambil sekarang.
"Prinsipnya kita akan tindaklanjuti, kita evaluasi. Apa yang kami lakukan, mohon maaf belum bisa kami sampaikan saat ini," tutur Setyo.
Meski demikian, Bupati menyampaikan adanya rencana untuk membuka ruang diskusi dari hati ke hati. Baik kepada Fredy maupun PPDI.
"Nanti ada tindaklanjutnya. Nanti kita sampaikan pada saatnya," kata Setyo.
Meski demikian, pihaknya juga memantau perkembangan infirmasi yang ada. Sebab diketahui ada dukungan yang diberikan kepada Fredy seperti di media sosial.
"Yang jelas ada evaluasi yang kita lakukan. Bentuknya seperti apa, nanti (akan disampaikan,red)," pungkas Setyo.
Diketahui, Fredy menjabat sebagai Camat Selogiri sejak Januari lalu. Sebelumnya, Fredy adalah Camat Wonogiri Kota. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono