RADARSOLO.COM- Pemkab Wonogiri kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang tata kelola keuangan daerah.
Untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut sejak tahun 2015, Pemkab Wonogiri berhasil mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Resmi! Baru 4 Tim yang Lolos ke 16 Besar Liga 4, Nasib Wakil Jateng Ditentukan Pekan Ini
LHP diserahkan oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah kepada para kepala daerah dan pimpinan DPRD dari 32 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, seluruh 32 pemerintah daerah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah yang berhasil mempertahankan opini WTP.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta kualitas pengelolaan keuangan daerah.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para kepala daerah dan pimpinan DPRD atas dukungan serta kerja sama yang baik selama proses pemeriksaan, sehingga kegiatan audit dapat berjalan dengan lancar.
Atas capaian tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menerima secara langsung penghargaan opini WTP didampingi Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Sriyono.
Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026, Jersey Timnas Jerman Paling Diminati Warga Solo
Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), transparan, serta bertanggung jawab dalam mengelola keuangan daerah.
Sebagai informasi, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan opini audit tertinggi yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Predikat ini menunjukkan bahwa laporan keuangan suatu entitas telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang berlaku.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Suhu Puncak Merbabu Diprediksi Drop di Bawah 5 Derajat, BTNGMb Minta Pendaki Waspada Musim Bediding
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno berterima kasih kepada seluruh pihak terkait atas direngkuhnya WTP ke-11 itu.
Utamanya para pemangku kepentingan dan para ASN di Kota Sukses.
"WTP ini se bukan prestasi. Tapi kewajiban pemerintah dalam hal wujud tata kelola penerintahan," ujar Setyo.
Pemkab juga menegaskan, diperolahnya opini WTP harus dipertahankan. Setiap tahun termasuk pada tahun depan, opini WTP juga harus dipertahankan.
Sekda Wonogiri FX Pranata juga menuturkan bahwa opini WTP adalah kewajiban pemerintah daerah.
Opini WTP diraih atas pemenuhan semua aspek penilalam tata kelolankeuangan. Penilain itu mulai dari pemenuhan standar pelayanan minimal, kepatuhan terhadap regulasi, dan kolaborasi antarpihak terkait.
"Tidak hanya itu, Yang terpenting capaian juga memberikan dampak kepada masyarakat, bermanfaat bagi masyarkakat. Jadi tidak hanya dilihat dari transkasi keuangan di pemerintah daerah," kata Pranata.
Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 11 tahun berturut-turut menjadi bukti konsistensi Pemkab Wonogiri dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), transparan, serta bertanggung jawab dalam mengelola keuangan daerah.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi Pemerintah Kabupaten Wonogiri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memastikan setiap rupiah anggaran daerah digunakan secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono