RADARSOLO.COM - Kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Wonogiri menjadi perhatian serius.
Sepanjang periode Januari hingga pertengahan Juni 2026, Damkar Wonogiri mencatat sedikitnya telah terjadi 17 insiden kebakaran di berbagai wilayah.
Mayoritas kejadian dipicu oleh hubungan pendek arus listrik atau korsleting.
Baca Juga: Tinggal Selangkah ke 16 Besar Liga 4, Persebi Boyolali Justru Tersungkur di Kandang Sendiri
Koordinator Damkar Satpol PP dan Damkar Wonogiri Sriyanto Kembo menjelaskan, akumulasi laporan yang masuk menunjukkan tingkat ancaman kebakaran di tengah masyarakat masih tergolong cukup tinggi, sehingga membutuhkan kewaspadaan bersama.
"Sejak awal tahun hingga sekarang ada 17 laporan kebakaran yang kami terima," kata Sriyanto Kembo saat memberikan konfirmasi, Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan hasil evaluasi jajaran Damkar, sebagian besar peristiwa kebakaran dipicu oleh masalah pada instalasi jaringan listrik rumah tangga.
Selain faktor kelistrikan, beberapa kasus kebakaran lainnya juga diakibatkan oleh aktivitas blubukan atau tindakan pembakaran sampah dan material kering yang dilakukan warga tanpa adanya pengawasan yang memadai, sehingga kobaran api merembet ke area sekitar.
"Yang paling banyak memang karena korsleting listrik," tambah Kembo.
Menyikapi tibanya musim kemarau tahun ini, Damkar Wonogiri mengeluarkan peringatan kepada publik untuk memperketat pengawasan terhadap potensi titik api.
Karakteristik cuaca yang kering serta minimnya intensitas curah hujan menjadi faktor stimulan yang membuat kobaran api menjadi sangat mudah menyebar luas, terutama pada lahan-lahan kering serta lokasi penumpukan sampah terbuka.
Kembo secara khusus meminta masyarakat untuk selalu mendampingi aktivitas pembakaran limbah rumah tangga dan memastikan bara api telah padam sepenuhnya sebelum lokasi ditinggalkan.
Warga juga dilarang keras membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan di area yang rawan atau dekat dengan material yang mudah terbakar.
"Saat membakar sampah harus ditunggui dan dipastikan api benar-benar mati sebelum ditinggalkan. Buang puntung rokok juga jangan sembarangan," pungkas Kembo. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono