RADARSOLO.COM-Sejumlah warga penerima program bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri mengeluhkan bau aneh dari Minyakita yang menjadi paket bantuan tersebut.
Alhasil, warga ragu menggunakan minyak goreng yang disebut berbau minyak tanah itu bahkan ada pula yang memilih untuk menggunakannya sebagai bahan bakar kayu bakar.
Sumber koran ini yang enggan dikorankan namanya mengatakan bantuan tersebut diterima penerima manfaat pada pekan lalu.
Adapun CPP yang diterima berupa beras 20 kilogram dan juga dua pouch MinyaKita ukuran 2 liter.
"Berasnya menurut penerima manfaat bagus. Tapi minyaknya ini yang dikeluhkan warga. Baunya seperti lengo pet (minyak tanah). Minyakita itu ukuran dua liter," ujar sumber tersebut Rabu (17/6/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, ada sejumlah warga penerima CPP yang mengeluhkan hal serupa.
Bahkan keluhan itu dirasakan oleh penerima manfaat di sejumlah desa di Kismantoro.
"Jadi ada yang mau dipakai minyaknya. Dipanasi minyaknya, ditinggal ngumbah lombok (mencuci cabe) terus asat (kering) dan baunya seperti lengo pet (minyak tanah)," ujar sumber tersebut.
Meski demikian, salah satu warga lanjut menggunakan minyak itu untuk memasak.
Namun, hasil masakannya menjadi terasa tak enak dan dibuang.
Warga tersebut kemudian menggunakan minyak goreng lain.
"Ada juga yang digunakan untuk cethik geni (bahan membakar). Dibakar, memasaknya pakai kayu bakar," beber sumber itu.
Kabar itu menjadi desas-desus di kalangan masyarakat wilayah Kecamatan Kismantoro.
Bahkan, ada penerima manfaat yang memilih untuk tidak menggunakan MinyaKita yang berasal dari bantuan CPP itu.
"Ada yang masih disimpan. Berharapnya ditukar," kata dia.
Dari gambar yang diperoleh radarsolo.jawapos.com, MinyaKita yang dibagikan itu diproduksi PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar.
Berdasarkan penelusuran, pabrik yang memproduksi minyak goreng itu juga pernah bermasalah.
Pada Maret 2025 lalu, Polda Jateng menyita puluhan ribu botol MinyaKita tutup kuning dari pabrik tersebut.
Alasannya, tim Satgas Pangan Polda Jateng menemukan indikasi ketidaksesuaian volume yang tercantum dalam kemasan minyak goreng.
Sementara itu, Camat Kismantoro Sularto turut mengamini adanya informasi dari masyarakat terkait MinyaKita bantuan CPP yang berbau minyak tanah.
Keluhan itu diterima dari sejumlah desa/kelurahan.
"(Keluhan dari warga) Desa Miri, Gedawung dan Kelurahan Kismantoro. Ada keluhan itu," ujar dia, Kamis (18/6/2026).
Dia juga sempat menanyakan kepada warga, terkait bau itu apakah yakin dari minyak goreng atau dari kardus yang digunakan untuk distribusi minyak.
Namun warga memastikan minyak kemasan tak berbau saat diambil.
"Katanya saat penyaluran tidak bau. Taunya saat dikonsumsi. Jika saat penyaluran pasti ramainya di desa saat penyaluran, nggak mungkin berani desa memberikan kalau seperti itu. Sementara ada tiga desa/kelurahan itu. Pembagian sudah selesai, pekan lalu," pungkas dia. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono