RADARSOLO.COM - Minyakita yang menjadi bagian dari program bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di wilayah Kecamatan Kismantoro, Wonogiri dikeluhkan masyarakat karena berbau minyak tanah.
Salah satu warga Kelurahan Gesing Kecamatan Kismantoro yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, bantuan itu diterima pada pekan lalu.
Penerima manfaat tersebut mengeluhkan minyak goreng yang terasa berbeda dengan minyak goreng pada umumnya.
Baca Juga: Ada Apa Didit Prabowo Kunjungi Jokowi di Kediaman Sumber Solo? Pertemuan 40 Menit Usai Malam 1 Suro
"Warnanya lebih gelap. Saat digunakan untuk memasak rasanya ada yang aneh. Seakan-akan ada minyak tanahnya," ujar pria itu.
Sumber radarsolo.jawapos.com tersebut menyampaikan, MinyaKita yang diterimanya telah digunakan untuk keperluan memasak.
Mulai dari menggoreng tempe dan lainnya.
Pantauan radarsolo.jawapos.com, warna Minyakita yang diterima warga cenderung lebih gelap.
Sementara itu, juga ada aroma minyak tanah saat radarsolo.jawapos.com mencicipinya.
Diberitakan sebelumnya, tidak hanya di Kismantoro, fenomena serupa juga terjadi di Giriwoyo.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 2: Persis Solo Dikabarkan Negosiasi Kontrak Baru dengan Tiga Pemain Asing Ini
MinyaKita bau minyak tanah didistribusikan pekan lalu.
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Wonogiri turut mengawal distribusi bantuan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPKP Wonogiri Niken Kuntari mengatakan, pihaknya telah menerima informasi adanya MinyaKita yang menjadi komponen bantuan CPP di Kecamatan Kismantoro yang berbau aneh.
"Kita dapat laporan pagi tadi," ujar Niken, Kamis (18/6/2026).
Menurut Niken, DKPKP WOnogiri turut memantau distribusi CPP bersama tim dari Bulog.
Baca Juga: Agus Kempul Ajukan Pengunduran Diri jelang Porprov, IMI Solo Tempuh Jalur Mediasi
"Dari bidang terkait koordinasi dengan Bulog. Bulog akan melakukan pengecekan. Nanti Bulog juga yang akan menghubungi produsennya," terang dia.
Niken menuturkan, MinyaKita merupakan ranah Badan Pangan Nasional. Dimana, pengadaannya dilakukan dari beberapa pabrik.
"Kalau dari juknis (MinyaKita bau minyak tanah) bisa diganti. Kalau secara kuantitas dan kualitas tidak memenuhi syarat, di juknis bisa diganti," bebernya.
Sementara itu, informasi yang diterima radarsolo.jawapos.com,keluhan soal MinyaKita bantuan CPP beraroma minyak tanah juga dialami warga di Kecamatan Giriwoyo.
Kabar tersebut dibenarkan Camat Giriwoyo Sri Sundoro. "Ada (keluhan terkait Minyakita). Bau juga," kata dia.
Berdasarkan informasi yang diterima camat Giriwoyo, keluhan itu muncul dari warga penerima manfaat CPP yang tersebar di Desa Sirnoboyo dan Desa Selomarto.
"Tidak semua penerima manfaat. Acak. Nggak banyak yang seperti itu (MinyaKita bau minyak tanah)," pungkasnya. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono