RADARSOLO.COM- Produsen minyak goreng MinyaKita PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) melakukan investigasi internal.
Menyusul temuan minyak goreng berbau minyak tanah dalam paket bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang disalurkan di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.
Baca Juga: Gandeng Banyak Pihak, Pemkab Tancap Gas Tangani RTLH di Wonogiri
Pabrik mengklaim tidak ada minyak bermasalah yang beredar di pasaran umum.
Direktur PT KMR Joko Mukti Wijaya meminta maaf kepada masyarakat atas adanya masalah dalam penyaluran bantuan itu.
Pabrikan bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga untuk memastikan penerima bantuan memperoleh produk yang sesuai standar mutu.
"Kami memohon maaf atas kendala ini dan berusaha merespons aduan warga sebaik serta secepat mungkin," jelasnya belum lama ini.
"Penarikan dan penggantian seluruh minyak goreng di Kismantoro telah diselesaikan dalam waktu sebagai bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan masyarakat menerima haknya sesuai ketentuan standar mutu pemerintah," lanjutnya.
Joko menjelaskan, pihaknya masih melakukan investigasi guna mengetahui penyebab pasti minyak goreng tersebut beraroma seperti minyak tanah dan tampak keruh.
Namun, berdasarkan penelusuran sementara, temuan itu diduga hanya terjadi pada satu kluster atau batch produksi tertentu yang kebetulan tersalurkan di wilayah Kismantoro.
Baca Juga: ONIC dan EVOS Hadir di Solo, Ini Kejutan Besar Kapolda Jateng Cup 2026
Apakah ada potensi sabotase yang terjadi?
"Nggak ada. Proses produksi minyak goreng tertutup. Kalau sabotase mungkin cuma satu atau dua. Ini mungkin satu batch," kawan Joko.
Dia menyebut, produk MinyaKita produksi PT KMR yang didistribusikan di wilayah lain dalam kondisi aman dan layak konsumsi.
Baca Juga: Demam Piala Dunia Menyebar ke Solo, Kampung Piala Dunia Diserbu Warga
Meski demikian, perusahaan tetap melakukan pendataan dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan tidak ada produk serupa yang mengalami kendala teknis.
“Kami lakukan evaluasi. Kalau penyebab masalahnya sudah diketahui langsung kami tangani dan lakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang," beber dia.
PT KMR juga menyatakan siap menanggung biaya pelayanan kesehatan apabila terdapat warga yang telah mengonsumsi minyak goreng tersebut dan mengalami gangguan kesehatan akibat dampak konsumsi.
Lalu apakah Minyakita dalam batch itu ada yang dijual di pasaran?
"Tidak ada. Karena saat ini kita hanya produksi untuk Bulog dan CPP saja. Bulan depan baru produksi yang dijual. Maret sampai saat ini kita produksi untuk Bulog," beber dia.
Diketahui, polisi juga tengah melakukan penyelidikan atas permasalahan ini.
Joko memastikan, PT KMR bakal kooperatif atas proses yang dijalankan polisi.
Terpisah, Komisi II DPRD Wonogiri yang nerupakan mitra kerja Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Wonogiri yang notabene dinas teknis turut mengawal distribusi CPP turut memberikan perhatian atas apa yang terjadi di Kecamatan Kismantoro.
Ketua Komisi II DPRD Wonogiri Supriyanto menilai, MinyaKita yang bermasalah dalam CPP semestinya diganti.
Langkah itu juga telah dilakukan oleh Bulog dan juga produsen minyak goreng.
"Saya kira ini harus diganti dan sudah diganti. Ini gentle tho. Tanpa menyalahkan antarpihak minyak gorengnya sudah diganti," beber dia.
Atas peristiwa ini, pria yang akrab disapa Supri itu menilai ke depannya pihak-pihak terkait harus mengantisipasi terjadinya hal serupa. Pengawasan harus diperketat.
"Pengawasannya harus diperketat lagi ke deoannya. Saya kira semua pihak juga tidak ingin hal ini terjadi," pungkas Supri. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono