RADARSOLO.COM - Polisi masih mendalami keluhan masyarakat terkait MinyaKita program bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri yang berbau minyak tanah.
Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel MinyaKita.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan, pihaknya turut menginvestigasi adanya keluhan soal MinyaKita yang dikeluhkan masyarakat Kismantoro.
Polisi juga mendengar keluhan masyarakat yang muncul di media sosial ataupun di lapangan.
"Yang paling utama, dari Bulog dan produsen segera mengganti. Tetapi, ini tetap jadi bahan evaluasi. Kita melakukan pendalaman atas hal ini," ujar Wahyu, Senin (22/6/2026).
Menurut Kapolres, pendalaman itu perlu dilakukan untuk mengetahui faktor penyebab kenapa MinyaKita bisa berbau minyak tanah.
Polres Wonogiri masih menunggu proses pemeriksaan sampel MinyaKita dari di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surakarta.
"Ini supaya ke depan tidak terulang lagi. Apakah ada faktor kelalaian atau hal yang lain. Apakah saat pengangkutan (bahan minyak,red) ada kontaminasi kita belum tahu," beber dia.
Saat sudah diketahui akar permasalahannya, imbuh Kapolres, maka ke depan bisa diantisipasi hal-hal serupa.
Dengan begitu, barang-barang konsumsi yang digunakan masyarakat dalam kondisi prima dan layak konsumsi.
"Iya (hari ini diuji di BPOM). Apakah ini bau dari kemasannya, apakah k.dari kandungan di dalamnya atau apa kita tunggu hasilnya nanti. Diuji secara ilmiah," beber Wahyu.
Lalu kapan hasil uji laboratorium akan keluar? Wahyu menuturkan pihaknya menunggu informasi dari BPOM.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga penerima program bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro mengeluhkan bau aneh dari Minyakita yang menjadi paket bantuan tersebut.
Alhasil, warga ragu menggunakan minyak goreng yang disebut berbau minyak tanah itu bahkan ada pula yang memilih untuk menggunakannya sebagai bahan bakar kayu bakar. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono