Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

87 Unit SPPG di Wonogiri Libur 3 Pekan, Apakah Personelnya Ikut Menganggur?

Iwan Adi Luhung • Selasa, 23 Juni 2026 | 18:16 WIB
Ilustrasi kegiatan di SPPG. Selama libur sekolah, aktivitas di SPPG dihentikan sementara. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Ilustrasi kegiatan di SPPG. Selama libur sekolah, aktivitas di SPPG dihentikan sementara. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM- Distribusi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Wonogiri untuk sementara dihentikan. Menyusul dimulainya masa libur sekolah.

Sebanyak 87 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang selama ini melayani kebutuhan makan bergizi bagi para pelajar menghentikan operasionalnya hingga kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung.

Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno mengatakan, penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut merupakan konsekuensi dari liburnya para pelajar sebagai penerima manfaat program.

Baca Juga: Diprotes SSB, Rencana Pasar Malam di Katelan Tangen Dibatalkan

Selama masa libur sekolah, tidak ada distribusi makanan bergizi gratis sehingga aktivitas di dapur juga dihentikan sementara.

"Total ada 87 dapur yang sementara ini libur. Liburan sekolah, jadi dapur juga libur," ujar Imron.

Menurut Wakil Ketua Satgas MBG Wonogiri itu, masa libur sekolah tahun ini berlangsung sekitar tiga pekan.

Seluruh kegiatan produksi dan pendistribusian makanan dari dapur MBG dihentikan sementara hingga para murid kembali masuk sekolah pada tahun ajaran baru.

Imron menjelaskan, terdapat perubahan mekanisme dalam pengelolaan program MBG.

Pada sistem yang berlaku saat ini, mitra penyelenggara tidak lagi menerima insentif ketika dapur tidak beroperasi.

Baca Juga: Baliho Ultah Jokowi Jadi Sorotan, Pemkot Solo Bantah Dibiayai APBD

Berbeda dengan skema sebelumnya yang masih memberikan insentif meskipun kegiatan dapur terhenti karena libur sekolah.

"Prinsipnya mengikuti libur sekolah, kan libur sekitar tiga pekan," kata dia.

Selama masa penghentian operasional MBG, para relawan yang biasanya bertugas menyiapkan, memasak, hingga mendistribusikan makanan bergizi kepada pelajar juga diliburkan. 

Tidak ada kegiatan penyusunan maupun produksi menu harian sebagaimana yang dilakukan saat program berjalan normal.

Baca Juga: Kerap Terjadi Pemadaman Listrik, Dishub Boyolali Siagakan Petugas Mobile di 23 Titik Lampu Merah

Meski demikian, tidak seluruh personel SPPG dibebastugaskan.

Beberapa tenaga inti tetap diwajibkan berada dalam kondisi siaga untuk memastikan kesiapan operasional ketika program kembali berjalan.

Mereka terdiri atas kepala dapur, ahli gizi, dan akuntan yang bertanggung jawab terhadap administrasi serta pengelolaan program.

"Kalau relawannya libur. Yang stand by cuma kepala dapur, ahli gizi dan akuntannya," jelas Imron. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sppg libur #liburan sekolah #Mbg #Aktivitas #dapur