RADARSOLO.COM-Puluhan pilot paralayang sengaja menjatuhkan diri ke perairan Waduk Gajah Mungkur (WGM) Kabupaten Wonogiri.
Tindakan ekstrem tersebut merupakan bagian dari skenario pelaksanaan pelatihan keselamatan terbang bertajuk Simulation d'Incident en Vol (SIV) Course 2026 yang diselenggarakan di Bukit Joglo dan WGM pada kurun waktu 15–20 Juni 2026.
Ketua penyelenggara SIV Course 2026 Effendi Nur Ichsan menjelaskan, pelatihan ini dirancang secara khusus untuk meningkatkan kapabilitas para atlet dan pilot paralayang dalam memitigasi serta menghadapi berbagai situasi darurat sewaktu mengudara.
Selama agenda berlangsung, para peserta tidak hanya dibekali dengan pemahaman teori, melainkan wajib menjalani simulasi langsung di udara.
"Total ada sembilan materi dasar yang diberikan kepada peserta. Seluruh materi difokuskan pada upaya penanganan kondisi darurat yang dapat terjadi saat penerbangan, khususnya ketika parasut mengalami gangguan atau kerusakan," papar Effendi.
Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam diklat ini adalah kewajiban peserta untuk secara sengaja memicu kondisi tidak normal pada parasutnya sendiri saat posisi terbang.
Parasut tersebut dimanipulasi agar terlipat atau mengalami gangguan fungsi teknis, sehingga pilot dipaksa terampil mengendalikan situasi darurat guna mengembalikan fungsi parasut ke kondisi normal.
"Pelatihan ini, pilot punya kepercayaan diri menguasai parasut," jelas Effendi.
Pada salah satu tahapan krusial, peserta diposisikan dalam simulasi kondisi paling kritis.
Baca Juga: Jadwal Pendaftaran SPMB Offline Jenjang SMP di Karanganyar
Yaitu ketika komponen parasut utama dinyatakan mengalami kegagalan fungsi total dan tidak dapat digunakan lagi.
Kondisi tersebut mengharuskan pilot mengambil keputusan cepat untuk membuka parasut cadangan, yang diakhiri dengan skenario pendaratan darurat ke perairan Waduk Gajah Mungkur.
Tercatat sebanyak 20 orang pilot teruji melewati fase simulasi kritis ini dan langsung menceburkan diri ke area perairan waduk sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan.
Seluruh rangkaian proses dipastikan berjalan aman tanpa adanya insiden cedera fisik.
Baca Juga: Terekam CCTV, Eks Karyawan Gasak Emas dan Logam Mulia Milik Mantan Bos
Itu berkat kesiapan sistem pengamanan dari tim pelaksana.
"Ada 20 pilot yang harus masuk ke air. Tidak ada yang cedera karena kami telah menyiapkan dua tim rescue di air. Selain itu, setiap pilot juga memakai pelampung," terang Effendi.
Pelatihan SIV Course 2026 ini secara keseluruhan diikuti 22 pilot paralayang yang datang mewakili berbagai daerah di Indonesia.
Meliputi Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Kalimantan Timur.
Instruktur SIV Course 2026 Idon Ahyad Ramadhan menambahkan, analisa, teknis bahwa kendala atau gangguan pada fungsi parasut di lapangan dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa draf prediksi.
Baca Juga: 87 Unit SPPG di Wonogiri Libur 3 Pekan, Apakah Personelnya Ikut Menganggur?
Faktor pemicunya cukup beragam, mulai dari dinamika perubahan cuaca secara mendadak, karakteristik kondisi angin, hingga faktor alam sektoral lainnya.
Sebab itu, simulasi berkala dinilai mutlak diperlukan guna membentuk gerak respons spontan yang tepat dari para penerbang saat dihadapkan pada ancaman bahaya di udara. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono