RADARSOLO.COM-Polemik puluhan calon murid baru asal Kecamatan Puhpelem yang tertolak masuk ke SMKN 1 Puhpelem berakhir dengan lega.
Menyusul dilakukannya pembahasan oleh sejumlah pihak di Dinas Pendidikan Jawa Tengah (Jateng), Senin (22/6/2026).
Diketahui, pembahasan oleh orang tua siswa, warga bersama pihak sekolah tak membuahkan hasil pada pekan lalu.
Audiensi kemudian digelar di Disdik Jateng bersama perwakilan warga dan DPRD Wonogiri.
Salah satu perwakilan warga yang enggan dikorankan namanya mengatakan, ada sekira 35 anak di wilayah Kecamatan Puhpelem yang gagal dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB).
Dalam audiensi bersama dinas, ujar sumber tersebut, sudah ada kesepakatan.
Ke-35 anak dipastikan tetap bisa melanjutkan sekolah.
"Tetap bisa sekolah. Masuknya di SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro. Ada program kemitraan informasinya," ujar sumber tersebut.
Yang menjadi salah satu kendala orang tua siswa adalah biaya.
Baca Juga: Cara Daftar Bansos Secara Online Pakai HP Lewat Perlinsos Digital, Pastikan IKD Sudah Aktif
Baik soal pembayaran biaya sekolah hingga transportasi.
Alhasil, bukan siswa yang akan bersekolah di Kecamatan Purwantoro.
Namun guru yang akan mengajar siswa yang masuk dalam satu rombongan belajar (rombel).
"Kesepakatannya gurunya yang ke Puhpelem. Nanti ruangnya dicarikan dari gedung kosong seperti bekas sekolah yang di-regroupping," kata sumber tersebut.
Baca Juga: Cara Buat Identitas Kependudukan Digital (IKD) Pakai HP untuk Daftar Bansos di Perlinsos Kemensos
Warga bersyukur karena semua biaya ditanggung pemprov juga.
Sebab, ada kerja sama program kemitraan itu.
"Masyarakat merespons positif. Yang penting anak bisa sekolah. Kita juga matur, tahun depan bisa dievaluasi. Atau rombelnya ditambah. Kalau bisa diproritaskan warga, tidak luar wilayah," kata dia.
Warga menilai evaluasi wajib dilakukan oleh dinas.
Pasalnya, permasalahan saat penerimaan calon murid baru tak hanya muncul kali ini saja.
Bahkan hampir tiap tahun muncul masalah di wilayah perbatasan itu.
Dihubungi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Wonogiri Titik Sugiyarti mengamini hasil kesepakatan tersebut.
35 anak akan diterima di SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro dengan gedung kelas di wilayah Kecamatan Puhpelem.
"Gurunya nanti yang ngalahi ke Puhpelem," kata dia.
Menurut Titik, langkah itu disepakati karena sejumlah faktor.
Dimana salah satunya warga menghendaki agar anak-anak tetap bersekolah di wilayah Kecamatan Puhpelem dengan pertimbangan ongkos transportasi, keselamatan di jalan hingga biaya lainnya.
Termasuk adanya program kemitraan oleh dinas di tingkat provinsi.
"Sekolahnya gratis nanti. Akan dicarikan gedungnya. Misal di gedung sekolah yang di-regrouping," kata Titik.
Dalam diskusi bersama itu, turut disinggung soal warga yang sebelumnya turut mendukung pendirian SMKN 1 Puhpelem.
Namun yang disayangkan warga, anak-anak di wilayah setempat malah tak bisa masuk ke sekolah tersebut.
"Menurut saya, solusi ini sudah bagus. Nanti ada yang ngalahi datang ke Puhpelem untuk satu rombel. Sudah disepakati dan sudah klir," pungkas Titik.
Sebelumnya diberitakan, puluhan warga menggeruduk SMKN 1 Puhpelem Rabu (17/6/2026).
Mereka khawatir karena anaknya tak tertampung ke sekolah itu dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB).
Selain karena kuota jalur zonasi yang terbatas, siswa wilayah setempat kalah nilai dan tergusur dari siswa dari wilayah Jawa Timur. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono