Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Plong! 35 Calon Murid Baru yang Terdepak dari SMKN 1 Puhpelem Wonogiri Tetap Bisa Sekolah

Iwan Adi Luhung • Selasa, 23 Juni 2026 | 22:09 WIB
Audiensi di Disdik Jateng yang dihadiri perwakilan warga dan anggota DPRD Wonogiri membahas polemik puluhan anak di Puhpelem yang tertolak masuk SMKN 1 Puhpelem, Selasa (23/6/2026). ISTIMEWA
Audiensi di Disdik Jateng yang dihadiri perwakilan warga dan anggota DPRD Wonogiri membahas polemik puluhan anak di Puhpelem yang tertolak masuk SMKN 1 Puhpelem, Selasa (23/6/2026). ISTIMEWA

RADARSOLO.COM-Polemik puluhan calon murid baru asal Kecamatan Puhpelem yang tertolak masuk ke SMKN 1 Puhpelem berakhir dengan lega.

Menyusul dilakukannya pembahasan oleh sejumlah pihak di Dinas Pendidikan Jawa Tengah (Jateng), Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Otsuka Pocari Sweat Buka Suara Soal Viral Kasus Pelecehan SPG oleh Oknum Guru PPPK di Swalayan Solo, Beri Dukungan Psikologis hingga Hukum

Diketahui, pembahasan oleh orang tua siswa, warga bersama pihak sekolah tak membuahkan hasil pada pekan lalu.

Audiensi kemudian digelar di Disdik Jateng bersama perwakilan warga dan DPRD Wonogiri.

Salah satu perwakilan warga yang enggan dikorankan namanya mengatakan, ada sekira 35 anak di wilayah Kecamatan Puhpelem yang gagal dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB).

Dalam audiensi bersama dinas, ujar sumber tersebut, sudah ada kesepakatan.

Ke-35 anak dipastikan tetap bisa melanjutkan sekolah.

"Tetap bisa sekolah. Masuknya di SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro. Ada program kemitraan informasinya," ujar sumber tersebut.

Yang menjadi salah satu kendala orang tua siswa adalah biaya.

Baca Juga: Cara Daftar Bansos Secara Online Pakai HP Lewat Perlinsos Digital, Pastikan IKD Sudah Aktif

Baik soal pembayaran biaya sekolah hingga transportasi.

Alhasil, bukan siswa yang akan bersekolah di Kecamatan Purwantoro.

Namun guru yang akan mengajar siswa yang masuk dalam satu rombongan belajar (rombel).

"Kesepakatannya gurunya yang ke Puhpelem. Nanti ruangnya dicarikan dari gedung kosong seperti bekas sekolah yang di-regroupping," kata sumber tersebut.

Baca Juga: Cara Buat Identitas Kependudukan Digital (IKD) Pakai HP untuk Daftar Bansos di Perlinsos Kemensos

Warga bersyukur karena semua biaya ditanggung pemprov juga.

Sebab, ada kerja sama program kemitraan itu.

"Masyarakat merespons positif. Yang penting anak bisa sekolah. Kita juga matur, tahun depan bisa dievaluasi. Atau rombelnya ditambah. Kalau bisa diproritaskan warga, tidak luar wilayah," kata dia.

Warga menilai evaluasi wajib dilakukan oleh dinas.

Pasalnya, permasalahan saat penerimaan calon murid baru tak hanya muncul kali ini saja.

Bahkan hampir tiap tahun muncul masalah di wilayah perbatasan itu.

Baca Juga: Jadwal Pengumuman dan Daftar Ulang CMB Jalur Cadangan SPMB SMA-SMK Negeri Jateng 2026, Masih Ada Kesempatan Bagi yang Tak Lolos

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Wonogiri Titik Sugiyarti mengamini hasil kesepakatan tersebut.

35 anak akan diterima di SMK Muhammadiyah 5 Purwantoro dengan gedung kelas di wilayah Kecamatan Puhpelem.

"Gurunya nanti yang ngalahi ke Puhpelem," kata dia.

Menurut Titik, langkah itu disepakati karena sejumlah faktor.

Dimana salah satunya warga menghendaki agar anak-anak tetap bersekolah di wilayah Kecamatan Puhpelem dengan pertimbangan ongkos transportasi, keselamatan di jalan hingga biaya lainnya.

Baca Juga: Komplotan Begal Sadis di Sukodono Sragen Digulung, DPO Terakhir yang Masih di Bawah Umur Akhirnya Diringkus

Termasuk adanya program kemitraan oleh dinas di tingkat provinsi.

"Sekolahnya gratis nanti. Akan dicarikan gedungnya. Misal di gedung sekolah yang di-regrouping," kata Titik.

Dalam diskusi bersama itu, turut disinggung soal warga yang sebelumnya turut mendukung pendirian SMKN 1 Puhpelem.

Namun yang disayangkan warga, anak-anak di wilayah setempat malah tak bisa masuk ke sekolah tersebut.

"Menurut saya, solusi ini sudah bagus. Nanti ada yang ngalahi datang ke Puhpelem untuk satu rombel. Sudah disepakati dan sudah klir," pungkas Titik.

Sebelumnya diberitakan, puluhan warga menggeruduk SMKN 1 Puhpelem Rabu (17/6/2026).

Mereka khawatir karena anaknya tak tertampung ke sekolah itu dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB).

Selain karena kuota jalur zonasi yang terbatas, siswa wilayah setempat kalah nilai dan tergusur dari siswa dari wilayah Jawa Timur. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#smk muhammadiyah 5 purwantoro #disdik jateng #spmb #smkn 1 puhpelem #calon murid baru