RADARSOLO.COM- Vakumnya pendistribusian makan bergizi gratis (MBG) karena libur sekolah bakal dimanfaatkan Pemkab Wonogiri untuk menggekar rapat koordinasi (rakor) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mitra MBG.
Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri Imron Rizkyarno mengatakan, pihaknya berencana menggelar rakor bersama kepala SPPG maupun para mitra MBG se-Wonogiri.
Adapun pelaksanaan rakor masih menunggu petunjuk Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Baca Juga: Rembug Stunting di Nglinggi Klaten: Sinergi Susun RKPDes 2027 Wujudkan Generasi Emas
"Kita bahas evaluasi MBG di Wonogiri. Mumpung saat ini pendistribusian libur," ujar Imron, Rabu (24/6/2026).
Dalam rakor itu, imbuh Wabup, tak hanya dilakukan evaluasi.
Rencananya juga disosialisasikan adanya Surat Keputusan (SK) Satgas MBG di tingkat kabupaten.
"Termasuk kewenangannya apa, nanti disampaikan. Dengan adanya evaluasi dari BGN, kami pemerintah daerah sekaligus Satgas MBG akan mengundang kepala dapur dan pihak mitra," beber dia.
Informasi yang diterima radarsolo.jawapos.com, pemerintah daerah kini bisa mengusulkan dapur di-suspend.
Hal itu diamini oleh Imron yang juga wakil ketua Satgas MBG Wonogiri.
Imron menerangkan, ada sejumlah kriteria dimana Satgas MBG bisa mengusulkan dapur disuspend, yakni:
- Adanya gejolak di dapur MBG
- Kerap terjadi kejadian luar biasa (KLB)
- Adanya gejolak di tengah masyarakat terkait dengan IPAL (instalasi pengolahan air limbah).
"Jadi tidak serta merta satgas mengusulkan suspend. Jika di wilayah dirasa tidak kondusif bisa diusulkan. Misal dapur A tidak punya IPAL, kita komunikasi dengan mereka satu kali dua kali. Tiga kali tidak diindahkan kita ambil langkah rekomendasi ke BGN langsung," terang Imron.
Meski demikian, imbuh dia, apa yang disampaikan Satgas bersifat usulan atau rekomendasi. Langkah teknisnya akan ditentukan oleh BGN. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono