Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kisah Sendang Lanang di Wonogiri Kota yang Pernah Dilewati Raden Mas Said saat Berjuang Melawan Kolonial

Iwan Adi Luhung • Jumat, 26 Juni 2026 | 16:36 WIB
Sendang Lanang di Lingkungan Kaloran Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Sendang Lanang di Lingkungan Kaloran Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Sendang Lanang di Lingkungan Kaloran Kelurahan Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota menyimpan banyak cerita.

Mulai dari asal-usul nama sumber air itu hingga kisah di luar nalar di sekitar lokasi.

Salah satu sesepuh di wilayah setempat mengatakan, berdasarkan cerita pendahulunya, yang memberi nama sendang itu adalah Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa.

Baca Juga: Wujudkan Ketahanan Pangan Desa, BUMDes Sejahtera Kranggan Sukses Integrasikan Peternakan Ayam Petelur dengan Budidaya Lele

Dikisahkan, kala itu Raden Mas Said tengah dikejar Belanda.

"Saat lewat di sana, beliau melihat ulo lanang atau kobra. Ndangak (mengangkat kepala) ularnya. Ternyata ada belik atau sendang itu. Kemudian diberi nama Sendang Lanang," ujar dia.

Penamaan itu bertahan hingga saat ini. Bahkan konon air di sendang itu tetap ada meski kemarau.

Sesepuh itu kemudian menceritakan, ada sejumlah tempat yang dikeramatkan di wilayah setempat.

Sementara itu, area Sendang Lanang kemudian dibangun oleh mandor kehutanan Belanda.

Ada cerita bahwa di sekitar sendang pernah ada makam bayi miskram.

Baca Juga: OJK Resmi Cabut Izin Usaha PT BPR Ceper Permata Artha di Klaten, Bagaimana Nasib Nasabah?

Pensiunan guru itu menuturkan, sempat ada sejumlah kejadian nahas seperti ada warga yang patah tulang usai bermain di sekitar lapangan sekolah di sana.

Ada cerita juga dulu di sekitar sendang sebelum berdiri SMPN 3 Wonogiri, ada Sekolah Guru B (SGB) yang berdiri di sana.

Sesepuh itu merupakan alumni sekolah setempat. Dulunya, ada bangunan zaman Belanda yang digunakan untuk kandang kuda. 

Ketika sesepuh itu bersekolah di sana, sudah tak ada kuda di bangunan tersebut.

"Tapi saat ada kegiatan turnamen badminton malam hari, tiba-tiba ada suara kuda lari. Dulu kandang kuda lalu jadi kelas," beber dia.

Baca Juga: Persis Solo Berpotensi Boyong Dua Pemain Diaspora, Aroma Persija Jakarta Semakin Terasa di Skuad Liga 2

Gurunya juga pernah melihat penampakan tak wajar. Berupa binatang seperti ular namun berkaki.

"Guru saya tidur disana. Katanya panjang. Pernah juga ada suara pintu yang diketuk. Padahal cuma guru saya di sana. Tidak dibuka karena tahu itu gaib," beber dia.

Pernah ada murid asrama yang tiba-tiba gila usai mandi di kolam. Tak diketahui secara pasti penyebabnya. 

"Dua orang, perempuan semua. Mungkin ada kesalahan. Setelah dimintakan maaf sembuh," pungkas dia. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Sendang Lanang #wonogiri kota #Raden Mas Said #misteri