RADARSOLO.COM- Wonogiri menjadi bidikan PT Djarum untuk memperluas ekspansi bisnisnya.
Perusahaan rokok itu berencana berinvestasi di Wonogiri dimana akan ada plan produksi sigaret kretek tangan (SKT).
Pemkab Wonogiri terbuka dengan investasi yang turut berpoteni menimbulkan multiplier effect di berbagai sektor.
Baca Juga: Bupati Hamenang Dampingi Wamensos RI, Sebanyak 2.087 KPM PKH Klaten Graduasi Mandiri
HRD PT Djarum Ivan Satrio mengatakan, Pemkab Wonogiri terbuka dengan rencana investasi tersebut.
"Harapannya bisa direalisasikan tahun ini. Kami rencananya buka plan produksi SKT. Padat karya," ujar dia Selasa (30/6/2026).
Dia menerangkan, plan itu bakal padat karya karena semua produksi dilakukan manual oleh pekerja.
Setiap plan berpotensi menyerap hingga 2.000 pekerja.
"Tanpa mesin, semua manual," kata dia.
Akan ada berapa plan produksi yang dibangun di Wonogiri?
Baca Juga: 90 Personel Polres Sragen Naik Pangkat, Dapat Pesan Khusus terkait Kelestarian Lingkungan
Pihaknya mentargetkan, ada satu hingga empat plan produksi, tergantung ketersediaan gudang yang bisa digunakan perusahaan itu untuk proses produksi.
Ivan melihat Wonogiri potensial untuk investasi itu dari sejumlah aspek. Mulai dari ketenagakerjaan dan lainnya.
"Harapan kami bisa segera dapat gudang untuk produksi. Sudah ada beberapa tempat yang kami lihat cocok. Tapi perlu kami pastikan lagi termasuk mengikuti regulasi seperti tata ruang,"kaya dia.
Pihaknya memprioritaskan lokasi dengan gudang yang sudah ada karena juga mengejar produksi.
Tak menutup kemungkinan akan ada perluasan jika produksi tumbu.
Setiap plan bisa memproduksi hingga 2.500.000 batang rokok oleh tenaga yang sudah terlatih. Nilai investasi setiap plan bisa mencapai Rp 5 miliar.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, pihaknya terbuka dengan investasi PT Djarum karena bisa menyerap tenaga kerja.
"Dengan terserapnya tenaga kerja bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami. Juga pasti ada multiplier effect-nya. Mulai dari munculnya warung makan dan lainnya," beber dia.
Sementara ini, sudah ada delapan titik yang diinventarisasi oleh PT Djarum.
Lima diantaranya di Kecamatan Ngadirojo yang sudah ada rencana detail tata ruang kecamatan sehingga tak memungkinkan.
"Sementara itu ada tiga tempat lain (yang potensial). Di Gunungsari Jatisrono, Watuagung Baturetno dan di daerah Kecamatan Sidoharjo. Soal kesesuaiannya kita serahkan ke investor. Prinsip, Pemkab Wonogiri terbuka," pungkas Setyo. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono