RADARSOLO.COM - Kejadian menonjol dalam program makan bergizi gratis (MBG) telah beberapa kali terjadi di Wonogiri.
Mulai dari keracunan hingga adanya temuan puntung rokok di dalam makanan yang disajikan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang Hadi Riajaya mengatakan, pihaknya melihat kejadian menonjol terjadi karena beberapa faktor.
Baca Juga: Pemkab Klaten Optimalkan IPAL di TPA Troketon hingga PTLS untuk Penanganan Sampah Terpadu
"Bisa karena (faktor) internal, bisa juga dari (faktor) eksternal," ujar dia usai mengikuti rakor bersama Satgas MBG, Kepala SPPG dan mitra dapur se-Wonogiri Rabu (1/7/2026).
Hadi menuturkan, kejadian menonjol dari faktor internal bisa dikarenakan adanya pelanggaran SOP.
Kejadian dari faktor internal itu kemudian menjadi bahan evaluasi.
"Pasti ada evaluasi. SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) pasti akan ditegur dan di-suspend," beber dia.
Sementara itu, dari faktor eksternal, Hadi memberikan contoh bahwa satu SPPG mendistribusikan MBG ke 18 sekolah.
Namun hanya satu sekolah yang mengalami kejadian luar biasa (KLB).
Baca Juga: KIP Jateng Telusuri Arsip Ijazah Jokowi di Depo Arsip Solo, Ini Hasilnya
Apakah itu karena sabotase? "Kita nggak bisa bilang itu sabotase. Ada kemungkinan itu karena melebihi batas waktu konsumsi. Batas waktu konsumsi itu maksimal empat jam setelah pemorsian. Ini jadi evaluasi kita," kata Hadi.
Pihaknya juga melakukan pembinaan ke SPPG. Termasuk memberikan edukasi soal gizi hingga kebiasaan untuk mencuci tangan dengan benar.
"Batas waktu konsumsi juga kami sosialisasikan," terangnya. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono