RADARSOLO.COM - Festival Mi Ayam Bakso Wonogiri 2026 digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogirj Jumat-Sabtu (3-4/7/2026).
Akan ada pemecahan rekor MURI berupa penyajian 5.555 porsi mi ayam dalam agenda tersebut.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, festival tersebut menjadi momentum membanggakan bagi masyarakat Wonogiri.
Pasalnya, sebagian besar perantau asal Wonogiri diketahui menekuni usaha mie ayam dan bakso di berbagai daerah di Indonesia.
"Festival ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat identitas kuliner khas Wonogiri melalui mie ayam dan bakso," ujar Setyo.
Menurut dia, mie ayam dan bakso racikan warga Wonogiri kini telah tersebar di berbagai kota besar di Tanah Air.
Kuliner tersebut hadir mulai dari restoran besar, warung sederhana hingga pedagang keliling dengan cita rasa yang identik sehingga memiliki akar kuat dan berkembang luas di tengah masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah berupaya mengangkat potensi tersebut agar benar-benar menjadi produk unggulan yang membawa nama Kabupaten Wonogiri.
Selain memperkuat identitas daerah, pengembangan mie ayam dan bakso juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menarik kunjungan wisatawan, mendorong pertumbuhan UMKM, hingga melahirkan pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.
Baca Juga: Cara Cek Desil PKH Cair Tahap 3 Juli 2026 dengan HP, Pastikan Apakah Masih Masuk Zona Prioritas?
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Festival Mie Ayam dan Bakso Wonogiri 2026 yang berlangsung selama dua hari.
"Kita harapkan kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan Wonogiri yang berdaya saing, maju, sejahtera, dan berkelanjutan," beber dia.
Yang menarik, ada juga pemnacaan proklamasi dimana Bupati Setyo membacakannya dan itu menandai Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam dan bakso.
Setelah itu, turut dilakukan pemukulan mangkok dengan sendok yang diikuti pedagang di tenant yang tersedia menandai dibukanya festival itu.
Penangggung Jawab Acara Festival Mi Ayam Bakso Wonogiri 2026 Rizal Pahlevi mengatakan, festival itu sudah dirintis sejak tahun lalu dimana ada agenda serupa.
Baca Juga: Tiga Kecamatan Di Sukoharjo Kekeringan, Dropping Air Bersih Di Lima Titik
Tujuannya mengangkat sektor pariwisata di Wonogiri di bidang kuliner.
"Mi ayam dan bakso dikenal secara luas. Wonogiri gudangnya mi ayam bakso," ujar dia.
Total ada 50 stand mi ayam yang disiapkan. Selain itu, ada belasan stand UMKM lain yang ada di area dalam alun-alun.
Ada pembagian 1.500 voucher diskon Rp 5 ribu. Selain itu, ada proklamasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso. Ada juga pertunjukan reog yang digelar.
"Ada hiburan musik juga. Kemudian Sabtu pagi ada pembagian 5.555 porsi secara gratis. Ini pemecahan rekor MURI untuk penyajian mi ayam terbanyak," beber dia.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Sukoharjo Prioritaskan Guru Lokal
Pihaknya berharap, festival itu bisa terus digelar rutin. Dengan begitu, UMKM dan industri kreatif bisa dipacu oleh anak muda dan Pemkab Wonogiri.
"Acara ini diselenggarakan bukan atas nama kelompok atau personal siapapun. Ini atas nama Pemkab Wonogiri untuk masyrakat Wonogiri," tegas dia. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono