RADARSOLO.COM - Libur panjang sekolah dimanfaatkan DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wonogiri untuk menggelar kegiatan pembinaan generasi muda.
Melalui Perkemahan Akhir Tahun (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 Tahun 2026, ratusan peserta dibekali materi keagamaan, kepemimpinan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu (4/7/2026) hingga Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Jaring Bibit Atlet Sejak Dini, Ratusan Perenang Ikuti KRAPPROV Jateng-DIY 2026 di Tlatar Boyolali
Tak hanya dipusatkan di kompleks Masjid Umar Hamdan, Kecamatan Nguntoronadi, Permata CAI juga digelar serentak di lima titik lain, yakni Kecamatan Eromoko, Jatisrono, Purwantoro, serta dua lokasi di Kecamatan Jatipurno.
Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) LDII Wonogiri KH Sunadi Ali Musthofa mengatakan, kegiatan rutin tahunan itu menjadi wadah agar generasi penerus (generus) mengisi masa liburan dengan aktivitas yang bermanfaat.
"Selama libur panjang kami ingin anak-anak memperoleh bekal ilmu yang positif, bukan justru terjerumus pada kegiatan yang negatif atau bahkan merugikan orang lain," ujar dia, Minggu (5/7/2026).
Selama perkemahan, peserta dari tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) mengikuti berbagai materi yang memadukan penguatan iman dan takwa (imtak), ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), serta forum diskusi kelompok (FGD).
Materi tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Sunadi menjelaskan, sebagian besar peserta merupakan calon mubaligh dan mubalighot.
Baca Juga: Lolos Seleksi Ketat, Teknik Informatika UMS Kantongi Hibah Senilai Rp1,4 Miliar dari Finlandia
Melalui Permata CAI, mereka diharapkan semakin mencintai alam Indonesia serta memiliki pemahaman agama yang baik atau faqih dengan karakter yang kuat.
Sementara itu, salah satu pemateri, Weda Hendragiri, menilai pembinaan karakter anak muda harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Dia juga mengajak para orang tua membangun komunikasi yang lebih intens dengan anak.
"Sesekali ajak anak mengobrol dan berdiskusi. Jangan hanya memberi perintah, tetapi beri ruang mereka menyampaikan pendapat dan gagasannya," beber dia.
Menurut Weda, tantangan terbesar yang dihadapi generasi muda saat ini adalah pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif penggunaan gawai yang tidak bijak.
Karena itu, kegiatan pembinaan seperti Permata CAI dinilai penting untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia, mandiri, serta mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono