RADARSOLO.COM - Tradisi adat Ngreksa Bumi di kawasan Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, kembali digelar, Selasa (7/7/2026).
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum tradisi tersebut sebagai wujud refleksi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sekaligus sebagai langkah nyata dalam melestarikan kebudayaan lokal dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Baca Juga: Normalisasi Sungai Doho di Nguter Sukoharjo, BBWSBS Terjunkan Alat Berat
Setyo memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Pemerintah Desa Conto bersama dengan seluruh warga masyarakat yang dinilai konsisten dalam merawat tradisi tahunan tersebut.
Menurut pandangannya, ritual Ngreksa Bumi bukan semata-mata dipandang sebagai ritual adat simbolis belaka.
Melainkan menyimpan esensi makna mendalam sebagai draf instrumen pelestarian budaya luhur warisan para leluhur.
"Semoga Ngreksa Bumi ini mampu mengharumkan nama Desa Conto. Sekaligus membawa nama Wonogiri semakin dikenal luas," jelas bupati.
"Semoga masyarakat senantiasa hidup tenteram, damai, sejahtera, serta memperoleh kemakmuran," imbuhnya.
Setyo memaparkan, eksistensi tradisi ini juga bertindak sebagai pengingat yang krusial bagi publik tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian alam di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: Sempat Dikira Bunuh Diri, Pemuda asal Karanganyar Kabur dan Jualan Tahu Bulat di Jogja
Bupati menilai, nilai-nilai budaya luhur saat ini sudah mulai banyak ditinggalkan oleh peradaban modern, sehingga perlu terus diwariskan secara aktif kepada generasi muda agar tidak luntur tergerus waktu.
Guna memperkuat pesan lingkungan tersebut, Setyo mencontohkan rekam jejak keteladanan nyata dari sosok Mbah Sadiman.
Pejuang lingkungan legendaris asal kawasan Gunung Gendol yang telah sukses menerima penghargaan prestisius Kalpataru dari pemerintah pusat.
Rekam jejak dedikasinya yang tanpa pamrih dalam menghijaukan kembali kawasan hutan gundul dinilai menjadi sumber inspirasi yang hidup bagi masyarakat luas untuk terus merawat alam sekitar.
Baca Juga: 56 Ton Beras Tak Dibayar, Pedagang Beras Asal Mojogedang Menanti Keadilan di PN Karanganyar
Bupati Wonogiri juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur elemen masyarakat, tokoh adat, serta jajaran instansi pemerintahan yang telah bahu-membahu bergotong royong dalam menyukseskan rangkaian penyelenggaraan festival Ngreksa Bumi.
Ia menaruh harapan besar agar tradisi komunal ini dapat terus dilestarikan secara berkesinambungan, sejalan dengan visi besar Kabupaten Wonogiri untuk mewujudkan sebuah daerah yang berdaya saing tinggi, maju, sejahtera, serta berkelanjutan. (al)
Editor : Tri Wahyu Cahyono