Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Daftar SD Negeri di Wonogiri yang Nyaris Tak Mendapatkan Murid Baru, Bagaimana Kegiatan Belajar Mengajarnya?

Iwan Adi Luhung • Kamis, 16 Juli 2026 | 14:11 WIB
Gedung SDN 1 Sumberharjo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah setempat hanya mendapatkan satu murid baru. (ISTIMEWA)
Gedung SDN 1 Sumberharjo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri. Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah setempat hanya mendapatkan satu murid baru. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - Fenomena minimnya jumlah peserta didik baru dialami belasan SD Negeri (SDN) di Wonogiri.

Sekolah setempat hanya mendapatkan dua murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Bahkan ada juga yang tak mendapat murid sama sekali.

Merujuk Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, tercatat ada 10 SDN yang hanya mendapatkan 2 orang siswa baru (lihat infografis).

Baca Juga: Rekap Bursa Transfer Dewa United:  Rombak Besar Jelang Liga 1 2026/2027, Lepas 12 Nama Termasuk Lilipaly hingga Alex Martins

Lainnya hanya ada satu murid baru bahkan tak mendapatkan peserta didik baru 

Di SDN 1 Sumberharjo Kecamatan Eromoko, pada tahun ajaran ini hanya mendapatkan satu murid baru.

Sedangkan SDN 1 Temon Kecamatan Baturetno tak mendapatkan satupun peserta didik baru.

Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Wonogiri Sularto mengatakan, SDN 1 Temon, Kecamatan Baturetno menjadi satu-satunya sekolah yang tidak memperoleh peserta didik baru.

Sementara SDN 1 Sumberharjo, Kecamatan Eromoko hanya menerima satu murid baru.

"Lalu 10 sekolah lain dapat murid baru dua orang," ujar dia.

Baca Juga: Mau Berwisata Murah Meriah di Solo, Taman Sriwedari Bisa Jadi Wisata Alternatif Favorit Keluarga, Dijamin Buah Hati Akan Bahagia

Sularto memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah tersebut tetap berjalan normal.

Disdikbud belum akan mengambil langkah khusus selama kondisi tenaga pendidik masih mencukupi.

Menurut dia, sistem pembelajaran multigrade atau kelas rangkap akan diterapkan apabila sekolah yang minim siswa juga mengalami kekurangan guru karena banyak tenaga pendidik memasuki masa pensiun.

"Sekolahnya tetap melakukan KBM seperti biasa. Multigrade hanya kami lakukan jika ada kekurangan guru," jelas Sularto.

Disdikbud juga menyiapkan opsi regrouping atau penggabungan sekolah sebagai solusi jangka panjang.

Baca Juga: NJKB Honda Super One Bocor, Benarkah Harga Mobil Listrik Ini Mulai Rp257 Jutaan?

Kebijakan tersebut sebagai upaya menyesuaikan jumlah sekolah dengan kondisi demografi dan ketersediaan tenaga pendidik.

Diketahui, pada 2025 Pemkab Wonogiri menggabungkan 15 SD. Sementara pada 2026, regrouping dilakukan terhadap 12 SD dan dua SMP.

"Regrouping ini bukan merupakan keputusan karena frustrasi, walaupun tampaknya agak ekstrem," kata Sularto.

Kepala Disdikbud Wonogiri Sriyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah yang kekurangan peserta didik pada tahun depan.

Menurutnya, rendahnya jumlah murid baru lebih dipengaruhi minimnya populasi anak usia sekolah di lingkungan sekitar.

"Kami akan melakukan evaluasi," ungkapnya. (al)

SDN di Wonogiri yang Minim Peserta Didik Baru

Tanpa Murid Baru:

Satu murid baru:

Dua murid baru:

SUMBER: DISDIKBUD WONOGIRI

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
minim murid baru peserta didik baru SDN sd negeri disdikbud wonogiri