Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Pantang Mletre! Murid Baru Minim, SDN 3 Keloran Selogiri Wonogiri Tetap Optimalkan Pembelajaran

Iwan Adi Luhung • Jumat, 17 Juli 2026 | 15:19 WIB
MPLS di SDN 3 Keloran, Kecamatan Selogiri, Wonogiri diikuti seluruh siswa sekolah, Jumat (17/6/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)
MPLS di SDN 3 Keloran, Kecamatan Selogiri, Wonogiri diikuti seluruh siswa sekolah, Jumat (17/6/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Jumlah peserta didik baru yang minim masih menjadi tantangan bagi sejumlah sekolah dasar di Wonogiri pada tahun ajaran 2026/2027.

Salah satunya terjadi di SDN 3 Keloran, Kecamatan Selogiri yang tahun ini hanya menerima dua siswa baru.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, SDN 3 Keloran menjadi salah satu sekolah dengan jumlah murid baru paling sedikit.

Pada tahun ini juga, sekolah tersebut resmi menjadi sekolah induk setelah diregrouping dengan SDN 1 Keloran yang sebelumnya memiliki total 16 siswa dari seluruh jenjang.

Baca Juga: Sambung Rasa di Pusat Kota, Bupati Klaten Tekankan Kolaborasi Atasi Masalah Sampah dari Hulu hingga Hilir

Kepala SDN 3 Keloran Indah Sri Hariyati mengatakan, jumlah siswa baru memang hanya dua orang.

Namun, terdapat satu siswa yang mengulang kelas I karena pada tahun sebelumnya dinilai masuk SD pada usia yang terlalu dini.

"Dengan demikian, jumlah siswa kelas I pada tahun ajaran ini menjadi tiga anak," ujarnya, Jumat (17/6/2026).

Meski jumlah murid sedikit, proses kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung normal.

Sekolah tidak akan menerapkan sistem pembelajaran multigrade atau rangkap kelas karena ketersediaan tenaga pendidik masih mencukupi.

Baca Juga: Masih Sering Salah Tulis? Ini Deretan Kata Bahasa Indonesia yang Kerap Keliru

"Pembelajaran berjalan seperti biasa. Tidak ada perlakuan khusus," beber dia.

Menurut dia, minimnya peserta didik baru dipengaruhi rendahnya populasi anak usia sekolah dasar di wilayah tersebut.

Karena itu, regrouping menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemkab Wonogiri untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan.

Setelah penggabungan dengan SDN 1 Keloran, sekolah juga memperoleh tambahan dua guru sehingga kebutuhan tenaga pengajar tetap terpenuhi.

Indah menambahkan, regrouping tidak menyulitkan orang tua siswa.

Baca Juga: Hadapi Grup Neraka Liga 2, Ricky Nelson Tanamkan Mental Pantang Takut di Persis Solo

Sekolah bahkan menyediakan layanan antar-jemput bagi siswa.

Selain itu, pihak sekolah juga mengikutsertakan seluruh siswa dari kelas I hingga VI dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Langkah tersebut dilakukan agar siswa dari dua sekolah yang digabung dapat saling mengenal dan cepat beradaptasi.

"Kalau jumlah siswa di SDN 3 Keloran mencapai sekitar 50 anak setelah bertambah 16 siswa dari SDN 1 Keloran," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, fenomena minimnya jumlah peserta didik baru dialami sejumlah SD di Wonogiri.

Baca Juga: Resmi Meluncur! Mitsubishi XForce Hybrid Dibanderol Mulai Rp 400 Jutaan, Makin Irit dengan Garansi Baterai 10 Tahun

Di sejumlah sekolah tercatat hanya ada dua orang siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027, bahkan ada juga yang tak mendaoat siswa sana sekali 

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri, ada 10 SD yang hanya mendapatkan dua orang siswa baru.

SDN 1 Sumberharjo Kecamatan Eromoko hanya mendapatkan satu murid baru. Sementara itu satu SD yakni SDN 1 Temon Kecamatan Baturetno tak mendapatkan satupun murid baru. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
minim murid baru sdn 3 keloran selogiri disdikbud wonogiri pembelajaran MPLS