RADARSOLO.COM-Puluhan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Wonogiri mulai beroperasi.
Pihak pengelola KDKMP menyebut tak ada kendala berarti saat gerai dibuka.
Hanya saja, KDKMP kesulitan mendapatkan stok barang dagangan yang sudah dipesan lewat PIC Agrinas.
Informasi yang dihimpun radarsolo.jawapos.com, ada sekira 63 KDKMP yang gerainya beroperasi di seluruh penjuru Wonogiri.
Baca Juga: Pantang Mletre! Murid Baru Minim, SDN 3 Keloran Selogiri Wonogiri Tetap Optimalkan Pembelajaran
Sebagian diantaranya sudah beroperasi sekira satu bulan dan sebagian lain kurang dari itu.
Pengakuan sejumlah pengurus KDKMP, barang kebutuhan pokok seperti minyak goreng, terkhusus MinyaKita menjadi komoditas paling diminati masyarakat.
Termasuk, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Seperti di KDKMP Bulusulur, Kecamatan Wonogiri Kota. Petugas KDKMP setempat menyampaikan, gerainya beroperasi sejak satu bulan lalu.
Tak ada kendala berarti yang dialami pegawai sebab sudah ada pelatihan yang dilakukan sebelumnya.
Ketua KDKMP Bulusulur Wardo mengatakan, operasional koperasi berjalan lancar. Setiap hari, juga terdata stok barang yang tersedia.
"Jadi saat stok menipis juga terlaporkan ke Agrinas," ujanya, Kamis (16/6/2026).
Ada dua orang PIC Agrinas di Wonogiri. Keduanya juga disebut mengambil uang hasil penjualan gerai usai gerai tutup operasional.
"Tiap sore diambil PIC," kata Wardo.
Kendala yang dialami hanyalah stok barang yang makin menipis. Pegawai KDKMP sudah melaporkannya kepada PIC Agrinas, namun barang yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang.
Baca Juga: Hadapi Grup Neraka Liga 2, Ricky Nelson Tanamkan Mental Pantang Takut di Persis Solo
"Kendala cuma di stok. Kalau lancar, bisa ramai. Banyak warga yang kecele karena barangnya, seperti MinyaKita tidak ada," bebernya.
Pasokan komoditas yang tak kunjung datang membuat stok dagangan di gerai menipis.
Pantauan radarsolo.jawapos.com, banyak rak yang kosong.
Fenomena serupa terjadi di KDKMP Sindukarto, Kecamatan Eromoko, Wonogiri.
KDKMP itu sebelumnya menjadi sorotan karena berdiri berhadapan dengan KDKMP Desa Sumberharjo, Kecamatan Eromoko.
Walau demikian, 'koperasi kembar' itu tidak membuka gerainya secara bersamaan.
Gerai KDKMP Desa Sindukarto beroperasi pada 12 Juni 2026 lalu. Sementara KDKMP Desa Sumberharjo baru buka pada pekan lalu.
Wakil Ketua KDKMP Desa Sindukarto Novemi Bestari Putri mengatakan, barang yang paling banyak diminati adalah minyak goreng dan juga beras SPHP.
Hanya saja, stok MinyaKita sudah ludes.
"Kita nunggu juga stok lagi," kata dia.
Sementara itu, Ketua KDKMP Desa Sumberharjo Anwar Prihanto menuturkan, sejak dibuka pekan lalu, minyak goreng menjadi salah satu primadona masyarakat.
Tak ada kendala yang berarti selama hampir sepekan gerai KDKMP dibuka.
Baca Juga: Sambut Wajib Belajar 13 Tahun, Pokja Bunda PAUD Kabupaten Klaten Periode 2026–2030 Resmi Dikukuhkan
Bergeser di KDKMP Desa Singodutan Kecamatan Selogiri, gerai dibuka sudah hampir satu bulan.
Sama seperti KDKMP lain yang sebelumnya didatangi radarsolo.jawapos.com, komoditas MinyaKita dan beras SPHP menjadi yang paling dicari.
"MinyaKita yang banyak dicari. Stoknya juga belum datang. Kita sudah memesan," terang salah seorang pegawai gerai KDKMP.
Menurut sumber tersebut, harga minyak goreng di KDKMP lebih murah dari pasaran. MinyaKita dibanderol Rp15.700 per liter. Sedangkan di pasaran Rp20 ribu.
"Kendala tidak ada. Cuma stoknya itu saja. Kalau untuk barang subsidi seperti MinyaKita dan beras SPHP sesuai petunjuk dibatasi dan khusus warga desa. Selain barang itu, tidak dibatasi," tuturnya. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com