RADARSOLO.COM - Kasus dugaan pencabulan yang menyeret E, oknum penegak hukum sekaligus pemilik salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Wonogiri, memicu beragam reaksi dari masyarakat sekitar.
Sejumlah warga bahkan menyuarakan harapan agar ponpes tersebut ditutup.
Salah seorang warga di sekitar ponpes mengaku, kabar mengenai dugaan kasus yang menyeret E telah ramai diperbincangkan warga sejak Sabtu (18/7/2026) siang.
Menurutnya, masyarakat menyayangkan munculnya kembali persoalan hukum yang dikaitkan dengan ponpes tersebut.
"Sudah banyak yang tahu, Mas. Yang saya dengar malah tadi ada penjemputan (oleh kepolisian, red)," ujar salah seorang warga.
Menurutnya, sebagian warga merasa kecewa karena sebelumnya ponpes tersebut juga sempat menjadi sorotan akibat kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan seorang santri meninggal dunia.
"Sebelumnya kan sudah ada kasus yang meninggal itu. Beberapa warga juga menyampaikan harapan agar ponpesnya ditutup saja," katanya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan pencabulan yang menyeret E dengan memeriksa sejumlah saksi.
Belum ada keterangan resmi terkait status hukum E maupun tindak lanjut terhadap operasional pondok pesantren tersebut. (al)
Editor : Nur PramuditoSumber : Radar Solo