RADARSOLO.COM - Komisi II DPRD Wonogiri bersama Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdag & KUKM) meninjau sentra sapi perah di Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, Rabu (22/7/2026).
Kunjungan tersebut untuk melihat potensi pengembangan peternakan sapi perah sebagai penguat ketahanan pangan sekaligus mendorong lahirnya produk susu lokal unggulan.
Ketua Komunitas Mulia Sentosa Sapi Perah Santoso mengatakan, saat ini kelompoknya memiliki 55 ekor sapi, dengan 25 ekor di antaranya dalam masa produksi.
Baca Juga: Kebut Renovasi SMP Kelas Program Khusus, Target Selesai Akhir Juli
Setiap ekor sapi mampu menghasilkan rata-rata 15 liter susu per hari.
Selain dipasarkan sebagai susu segar, sebagian hasil produksi juga diolah menjadi berbagai produk, seperti susu siap minum dan es krim.
Santoso mengaku bangga atas kunjungan Komisi II DPRD bersama organisasi perangkat daerah terkait.
Menurutnya, perhatian pemerintah menjadi motivasi bagi para peternak untuk terus mengembangkan usaha sapi perah di Bulukerto.
"Kami berharap kunjungan ini dapat mendukung program ketahanan pangan sehingga peternak semakin mandiri," ujar.
"Semoga Bulukerto bisa memiliki ikon sapi perah seperti Boyolali karena potensinya sangat besar. Berapa pun produksi susu yang dihasilkan saat ini selalu terserap pasar," imbuh dia.
Baca Juga: SLBN Solo Krisis Guru, Terpaksa Pangkas Rombel Dari Idealnya 60 Jadi 40
Santoso berharap pemerintah dapat mendukung peningkatan populasi sapi melalui program inseminasi buatan dengan peluang kelahiran pedet betina yang lebih besar agar jumlah sapi perah terus bertambah.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Wonogiri menilai potensi peternakan sapi perah di Bulukerto sangat menjanjikan dan layak dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan daerah.
Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam penyusunan kebijakan pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Wonogiri.
Baca Juga: Menjaga Warisan Kuliner Khas Delanggu, Ini Rahasia Lompya Duleg Tetap Eksis di Tangan Generasi Ke-4
DPRD juga mendorong koordinasi yang lebih intensif antara dinas terkait agar pengembangan sentra sapi perah dapat berjalan optimal.
"Kunjungan ini menjadi bahan pembelajaran sekaligus dasar dalam menentukan kebijakan ke depan agar potensi sapi perah di Wonogiri dapat berkembang dan memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat," ujarnya. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com