RADARSOLO.COM - Kebal WiFi yang menjuntai membawa korban.
Seorang remaja terjerat lehernya saat mengendarai sepeda motor di Dusun Gondang Kulon, Desa Purwosari, Kecamatan Wonogiri Kota.
Peristiwa yang terjadi sekita sepekan lalu itu membuat korban mengalami luka cukup serius.
Ketua RW 05 Dusun Gondang Kulon Gatot Widarbo mengatakan, sebelum insiden, sebuah truk dengan muatan cukup tinggi melintas dan diduga menyangkut kabel WiFi yang ketinggiannya tidak sesuai standar.
"Awalnya ada truk lewat (dengan muatan) yang cukup tinggi, lalu kabelnya tersangkut. Setelah itu kabel menjadi menjuntai," ujar Gatot.
Peristiwa terjadi sekitar waktu maghrib.
Saat itu korban yang melintas tidak mengetahui ada kabel yang melintang di jalan.
Kabel tersebut kemudian menjerat leher korban hingga terjatuh dari sepeda motornya.
"Korban tidak tahu kalau ada kabel yang nglewer (menjuntai). Njiret gulu (menjerat leher), jatuh, hidungnya sampai retak. Sampai sekarang terkadang masih mimisan," ungkapnya.
Soal identitas provider pemilik kabel internet yang membawa korban, Gatot tidak mengetahuinya.
Namun setelah kejadian, ia telah meminta sejumlah penyedia layanan internet di wilayah tersebut untuk membantu menangani dan mengamankan kabel-kabel yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Menurutnya, masih banyak kabel WiFi di berbagai wilayah yang dipasang terlalu rendah.
Bahkan, ada yang diperkirakan tidak mencapai ketinggian ideal sekitar empat meter sehingga rawan tersangkut kendaraan besar.
"Harapannya kabel-kabel WiFi ini bisa diamankan. Jangan sampai ada kejadian serupa lagi. Di wilayah lain juga masih banyak kabel yang terlalu rendah. Kasihan warga kalau sampai menjadi korban," tegasnya.
Baca Juga: Honda Bikin Kembaran Vespa Versi Murah, Harga Rp 20 Jutaan dengan Konsumsi BBM Super Irit 53 Km/L
Kabar itu juga didengar oleh tokoh masyarakat setempat Urin Tri Hartono.
Anggota DPRD Wonogiri yang akrab disapa Rimo itu mendengar keluhan masyarakat terkait kabel jaringan WiFi yang tidak rapi.
"Nyuwun sewu, ini harus jadi perhatian pihak-pihak terkait. Apalagi banyak kabel-kabel ini yang tidak rapi," ujar Rimo.
Dia juga mendesak adanya langkah strategis guna mengantisipasi kejadian serupa terulang.
Termasuk penataan kabel jaringan WiFi dan tiangnya.
Apalagi, WiFi belakangan juga menjadi salah satu kebutuhan masyarakat sehingga perlu ada penataan jaringannya
"Kalau harapan masyarakat yang kami dengar, kepengin agar ada penataan. Kalau melanggar aturan ya dipotong saja kabelnya," tegas dia. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com