RADARSOLO.COM-Beternak sapi perah tak hanya mendatangkan pendapatan menjanjikan bagi peternak di Kecamatan Bulukerto, Wonogiri.
Tetapi juga menjadi solusi menyelamatkan pedet (anak sapi) dari risiko kematian akibat kekurangan susu induk.
Dari usaha tersebut, omzet penjualan susu kini mencapai Rp95 juta hingga Rp100 juta per bulan.
Baca Juga: Siap Terjun di Event Internasional, Saka Pariwisata Boyolali Rekrut Angkatan Baru Gen Z
Ketua Komunitas Mulia Sentosa Sapi Perah Bulukerto Santoso mengatakan, usaha sapi perah yang dirintisnya pada 2018 berawal dari keprihatinannya sebagai petugas kesehatan hewan.
Saat itu ia kerap menjumpai pedet mati karena tidak mendapatkan asupan susu yang cukup dari induknya.
"Kami melihat banyak pedet mati karena kekurangan susu induk. Dari situ muncul gagasan mengembangkan sapi perah agar kebutuhan susu untuk pedet juga bisa terpenuhi," ujarnya belum lama ini.
Usaha tersebut kemudian berkembang. Kini terdapat 10 peternak yang tergabung dalam Komunitas Mulia Sentosa dengan total 55 ekor sapi perah, sebanyak 25 ekor di antaranya aktif berproduksi.
Setiap ekor sapi menghasilkan rata-rata 15 liter susu per hari.
Dengan harga jual Rp11 ribu per liter, pendapatan kotor per ekor sapi perah mencapai sekitar Rp165 ribu per hari.
Baca Juga: Revitalisasi Pasar Slogohimo Wonogiri Masuk Tahap Tender, Pembangunan Ditarget Mulai Agustus 2026
Dari total produksi 450-500 liter susu setiap hari, omzet penjualan mencapai Rp95 juta hingga Rp100 juta per bulan.
"Kalau ditotal, omzet penjualan susu berkisar Rp95 juta sampai Rp 100 juta per bulan," kata Santoso.
Meski biaya produksi harian mencapai Rp50 ribu-Rp60 ribu per ekor, usaha sapi perah dinilai sangat prospektif.
Tingginya permintaan membuat seluruh produksi selalu terserap pasar, baik untuk konsumsi masyarakat, penyelamatan pedet, maupun kebutuhan industri pengolahan susu.
"Permintaan susu sapi sangat tinggi. Mau produksi berapa pun pasti terserap. Justru kami masih kekurangan produksi," ungkapnya.
Santoso berharap Bulukerto dapat berkembang menjadi sentra sapi perah di Wonogiri, sehingga tak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga memperkuat ketersediaan susu bagi pedet dan kebutuhan pasar. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com