RADARSOLO.COM - Santoso, 47, warga Dusun Tanggung, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri tengah berjuang melawan penyakit kanker otak stadium lanjut.
Meski seluruh biaya tindakan medis telah dijamin oleh BPJS Kesehatan, pihak keluarga tetap membuka penggalangan dana guna mencukupi kebutuhan penunjang operasional selama proses pengobatan rawat jalan.
Kebutuhan tersebut mencakup biaya transportasi, operasional pendamping pasien, hingga pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari keluarga yang kian mendesak.
Kepala Desa (Kades) Ngambarsari Fitri Hanany menjelaskan, Santoso sebelumnya telah menjalani serangkaian tindakan medis.
Pada Kamis (30/7/2026), pasien dijadwalkan menjalani pemeriksaan di RS Hermina Wonogiri, lalu menginap di rumah singgah Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dekat RSUD Dr. Moewardi Solo sebelum menjalani kontrol lanjutan keesokan harinya di rumah sakit setempat.
"BPJS sudah aktif sehingga biaya pengobatan ditanggung. Penggalangan dana dilakukan keluarga untuk kebutuhan di luar pengobatan. Seperti biaya bensin, transportasi bolak-balik, kebutuhan penunggu pasien, dan kebutuhan sehari-hari keluarga," beber Fitri, Senin (27/7/2026).
Selama ini, pihak keluarga memanfaatkan bantuan peminjaman ambulans sosial PDI Perjuangan untuk akses transportasi berobat.
Kendati demikian, biaya operasional harian selama proses kontrol rutin berkala masih menjadi beban berat.
Sisi perekonomian keluarga Santoso terbilang sangat terbatas.
Baca Juga: Malam Membara di Sragen: 52 Ribu Ayam Terpanggang Massal, Mobil Innova Ludes Terbakar
Santoso yang sebelumnya mengandalkan penghasilan sebagai petani dan buruh bangunan kini sudah tidak lagi sanggup bekerja.
Santoso tinggal bersama istri dan mertuanya.
Sang istri, Ernawati, yang semula membantunya bertani, kini fokus merawat Santoso secara penuh, sementara anak mereka bekerja sebagai buruh di wilayah Ngadirojo.
Ernawati, menceritakan awal mula penyakit suaminya yang terdeteksi pada April lalu saat korban mengeluhkan gejala pusing dan mual.
Awalnya, keluarga menduga gejala tersebut merupakan kambuhnya penyakit tipes yang pernah diderita Santoso tujuh tahun silam, sehingga ia sempat dirawat di klinik kawasan Baturetno.
Namun, pada hari ketiga perawatan, kondisi Santoso memburuk dan mengalami kejang.
Setelah dirujuk ke RS Hermina Wonogiri, hasil tim medis menemukan adanya pembengkakan pada organ otak.
Kondisi kesehatan Santoso terus menurun hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi Solo.
"Suami saya koma selama 14 hari. Operasi pertama dilakukan pada 4 Mei, kemudian menjalani perawatan sekitar satu bulan lebih sebelum rawat jalan lima pekan," tutur Ernawati.
Santoso kemudian menjalani tindakan operasi kedua pada 27 Juni.
Setelah sempat menjalani rawat jalan, kondisinya kembali memburuk dan saat ini dijadwalkan untuk menempuh prosedur kemoterapi.
Di samping pengeluaran transportasi, keluarga Santoso harus menanggung biaya perawatan luka pascaoperasi di rumah.
Pihak keluarga mendatangkan tenaga perawat ke rumah setiap dua hari sekali dengan biaya operasional sekitar Rp150 ribu untuk setiap kali kunjungan.
Atas kondisi tersebut, pihak keluarga sangat mengharapkan adanya uluran tangan dan kepedulian dari masyarakat luas agar proses pengobatan Santoso dapat terus berjalan tanpa terhenti akibat kendala biaya operasional.
Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, donasi dapat disalurkan langsung melalui rekening resmi BRI milik sang istri:
-
Nomor Rekening: 696101040539532 (Bank BRI)
-
Atas Nama: Ernawati (fid)
Sumber : Radarsolo.jawapos.com