RADARSOLO.COM - Revitalisasi total Pasar Wonogiri yang terbakar pada Oktober 2025 diproyeksikan menelan anggaran hingga Rp130 miliar.
Pemkab Wonogiri mengandalkan dukungan pemerintah pusat agar pembangunan pasar dapat direalisasikan pada 2027.
Sekda Wonogiri FX Pranata mengatakan, kebutuhan anggaran tersebut mengacu pada master plan hasil feasibility study (FS) yang telah rampung.
Baca Juga: Kapan Timnas Indonesia Main Lagi di Piala AFF 2026? Cek Jadwal Indonesia vs Timor Leste
Dana itu akan digunakan untuk membangun kembali Pasar Wonogiri dengan konsep yang benar-benar baru.
"Konsepnya ada tiga gedung terpisah, tetapi masih dalam satu hamparan lokasi yang sama," ujar Sekda belum lama ini.
"Desain seperti ini lebih aman dari risiko kebakaran beruntun. Sekaligus mempermudah sirkulasi pengunjung maupun pedagang dibanding bangunan lama," imbuhnya.
Pembagian zonasi tersebut juga diharapkan membuat aktivitas perdagangan lebih tertata.
Setiap kelompok komoditas akan menempati area tersendiri sehingga pasar menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Meski demikian, Pranata mengakui kebutuhan dana sebesar Rp130 miliar tidak mungkin dipenuhi hanya mengandalkan APBD Wonogiri.
Karena itu, Pemkab terus menjalin komunikasi dengan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri untuk memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.
Menurut Sekda, pemerintah pusat telah memberikan sinyal positif terhadap usulan bantuan tersebut.
Saat ini, Pemkab terus mengawal proses pengajuan agar pembangunan fisik Pasar Wonogiri dapat dimulai pada tahun anggaran 2027.
"Kapasitas APBD kita jelas terbatas. Pak Bupati sudah berkomunikasi langsung dengan pemerintah pusat. Kami mengupayakan dan semoga bantuan dana pusat bisa disetujui pada tahun anggaran 2027," pungkasnya. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com