RADARSOLO.COM - Pedagang Pasar Slogohimo Wonogiri mendesak agar pembangunan kembali pasar segera direalisasikan.
Mereka berharap proyek tidak kembali molor karena sudah hampir tiga tahun bertahan berjualan di lokasi sementara sejak kebakaran.
Ety Sugiartiningsih, pedagang Pasar Slogohimo mengatakan, para pedagang menanti dimulainya pembangunan yang ditargetkan berlangsung pada Agustus 2026.
Menurutnya, hingga akhir Juli belum terlihat adanya pekerjaan fisik.
"Juli sudah mau habis, belum juga dimulai. Harusnya segera dimulai pembangunannya," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: Dengar Tiga Kali Letupan, Rumah Warga Kebakkramat Karanganyar Ludes Dilalap Si Jago Merah
Dia menilai pembangunan Pasar Slogohimo harus menjadi prioritas karena pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, para pedagang menjadi korban musibah kebakaran sehingga membutuhkan kepastian untuk kembali berdagang di pasar yang representatif.
Selama menunggu pembangunan, pedagang berjualan di pasar darurat maupun menyewa ruko di sekitar pasar.
Ety mengaku memilih mengontrak ruko lantaran dagangannya cukup banyak dan penjualan di pasar darurat dinilai kurang ramai.
Menurut dia, biaya sewa ruko kini mencapai sekitar Rp9 juta per tahun.
Beban tersebut menambah pengeluaran pedagang yang sejak kebakaran juga mengalami penurunan omzet.
"Banyak yang ngontrak karena kehilangan pelanggan. Cari tempat yang lebih strategis juga," katanya.
Ety mengungkapkan, selama 3 tahun terakhir, sebagian besar pedagang hanya berupaya mempertahankan usaha.
Banyak pelanggan beralih berbelanja ke lokasi lain karena enggan mencari pedagang yang berpindah-pindah tempat.
Baca Juga: Berkah Suro Mangkunegaran, 650 Warga Pasar Kliwon Terima Bantuan Sembako
"Yang penting bertahan dulu, kalau omzet jelas berkurang karena ada pelanggan yang tidak mau mencari, pelanggan cari yang lebih dekat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdag KUKM) Wonogiri Wahyu Widayati mengatakan, proses pembangunan telah memasuki masa sanggah setelah tender dilaksanakan.
"Sudah ada tendernya. Ini masa sanggah, bisa dicek di LPSE," jelasnya.
Pemkab Wonogiri menargetkan pembangunan fisik dimulai pada Agustus 2026 dan rampung pada akhir tahun agar para pedagang dapat segera kembali menempati pasar yang baru.
"Agustus harus mulai pembangunan, tanggalnya kalau bisa seawal mungkin," tandasnya. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com