Dampak Ganda Mengeringnya Waduk Tandon Pare Wonogiri: Petani Kehilangan Air, Pedagang Panen Pembeli

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 19:15 WIB
Kondisi Waduk Krisak atau yang populer disebut Waduk Tandon di Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Wonogiri yang mulai mengering, Senin (3/8/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Kondisi Waduk Krisak atau yang populer disebut Waduk Tandon di Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Wonogiri yang mulai mengering, Senin (3/8/2026). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM- Surutnya air di Waduk Krisak atau yang populer disebut Waduk Tandon di Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Wonogiri membawa dampak ganda bagi masyarakat setempat.

Di satu sisi, para petani kehilangan pasokan air untuk irigasi lahan pertanian di bagian hilir.

Namun di sisi lain, dasar waduk yang mengering justru dialihfungsikan warga untuk bercocok tanam sekaligus menjadi destinasi wisata dadakan.

Sekretaris Desa Pare, Agus Riswadi, mengonfirmasi bahwa Waduk Tandon mulai mengering belum lama ini seiring berjalannya musim kemarau.

Baca Juga:  Persis Solo Menang Menyakinkan atas Dewa United, Performa Amunisi Baru Mulai Menjanjikan 

Sekitar dua pekan lalu, ketika genangan air mulai menyusut signifikan, warga berbondong-bondong datang untuk menjala ikan yang tersisa.

Saat ini, hamparan rumput hijau mulai menutupi dasar waduk.

Luas area daratan tersebut diperkirakan akan terus meluas apabila musim kemarau bertahan lebih lama.

"Beberapa waktu lalu banyak warga yang menjala ikan. Sekarang rumput sudah mulai tumbuh, mungkin saja akan semakin luas kalau kemarau berlanjut," ujar Agus Riswadi, Senin (3/8/2026).

Agus menambahkan, fenomena mengeringnya waduk tersebut justru menyedot perhatian masyarakat untuk berjalan-jalan menikmati pemandangan alam.

Baca Juga: Diduga Berawal dari Api Lilin, Rumah Warga Banyusri Boyolali Rata dengan Tanah

Pengunjung yang datang tidak hanya warga Desa Pare, melainkan juga masyarakat dari luar desa—baik untuk berburu ikan maupun sekadar menikmati suasana waduk yang berubah menjadi padang rumput di waktu pagi dan sore.

Tingginya antusiasme pengunjung ini secara otomatis menggeliatkan roda perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pedagang makanan dan minuman di sekitar kawasan waduk mencatatkan kenaikan omzet dari para wisatawan lokal.

"UMKM di sekitar waduk jadi hidup," kata Agus.

Selain menjadi daya tarik wisata musiman, sebagian warga memanfaatkan area bekas genangan air yang mengering tersebut untuk bercocok tanam.

Baca Juga: Tiga Legiun Asing Baru Persis Solo Belum Diturunkan Saat Melawan Klub Liga 1

Jenis tanaman pangan yang mulai dibudidayakan di dasar waduk di antaranya adalah tanaman kacang.

Kendati demikian, Agus membeberkan adanya dampak minus dari mengeringnya Waduk Krisak terhadap sektor pertanian di area hilir yang menggantungkan irigasi dari waduk tersebut.

"Kalau bagi warga Pare, waduk yang mengering justru bisa dimanfaatkan untuk menanam. Tetapi di sisi lain, lahan pertanian yang bergantung pada aliran air dari waduk sekarang tidak mendapatkan pasokan air," pungkasnya. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
waduk tandon pare waduk krisak mengering kemarau kekeringan wonogiri