RADARSOLO.COM - Misteri mayat diborgol yang ditemukan di ladang Dusun Bengle, Desa Temboro, Kecamatan Karangtengah, terkuak.
Identitas mayat adalah Rohim, 54, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan telah dibawa pulang pihak keluarga menuju Kabupaten Wonosobo.
Sebelumnya, jasad Rohim ditemukan Manto, pemilik ladang pada Selasa (11/8/2026) sekira pukul 16.00 WIB.
Saat ditemukan, kedua tangan korban berada dalam kondisi diborgol.
Baca Juga: Debu dan Udara Kering Picu Lonjakan ISPA di Boyolali, Dinkes Catat Lebih dari 18 Ribu Kasus
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah tiba di Wonogiri untuk menerima penyerahan jenazah pada Selasa malam dan menyatakan menolak proses autopsi.
"Keluarga menerima dan menolak diotopsi," ujar Anom , Rabu (12/8/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal serta olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis Polres Wonogiri, kepolisian tidak menemukan adanya indikasi penganiayaan maupun tanda kekerasan pada fisik korban.
"Dari visum luar enggak ada tanda-tanda penganiayaan. Lukapun tidak ada," tegas Anom.
Mengenai kondisi kedua tangan korban yang diborgol, Anom merinci hal tersebut diduga kuat merupakan tindakan antisipasi pengamanan mengingat latar belakang korban sebagai pasien ODGJ.
Baca Juga: Dampak Kemarau 2026, Produksi Padi Boyolali Mei–Agustus Diprediksi Turun 3,15 Persen
"Namanya ODGJ, kan macam-macam orangnya. Ini antisipasi mungkin biar nggak ngamuk," bebernya.
Polisi juga tidak menemukan indikasi bahwa korban sengaja dibuang ke ladang tersebut.
Akses menuju ladang yang sulit diduga menjadi jalur yang dilalui korban hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Terpisah, Kasi Pendidikan Agama Islam (Pakis) Kantor Kemenag Wonogiri Mursidi meluruskan informasi mengenai lokasi perawatan korban di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo.
Ia memastikan tempat tersebut bukanlah lembaga pondok pesantren formal.
Baca Juga: Panel Surya Bendungan Sangkrah Dipastikan Tetap Berfungsi
"Bukan ponpes itu, sejauh ini tidak terdaftar sebagai ponpes. (Bisa dikatakan tempat pengobatan alternatif?) Iya," terang Mursidi.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Wonogiri Anton Tiyas Harjanto menyampaikan pihaknya telah mengerahkan tim untuk mengecek RSUD dan lokasi perawatan di Sendangmulyo.
Dari hasil klarifikasi lapangan, diketahui bahwa Rohim merupakan pasien pengobatan alternatif berbasis majelis zikir dan salawat yang diserahkan langsung oleh pihak keluarga agar dapat disembuhkan.
Petugas mencatat ada sekitar 15 pasien yang dirawat di majelis tersebut, berasal dari berbagai daerah seperti Wonogiri, Indramayu, hingga Jakarta dengan latar belakang kasus ODGJ, bekas pecandu narkoba, hingga kenakalan remaja.
Mengenai borgol yang terpasang, Anton menyebut hal itu dilakukan pengurus atas persetujuan dan kehendak keluarga karena korban beberapa kali mengamuk serta mencoba melakukan aksi bunuh diri.
Baca Juga: Kandang Ternak di Slogohimo Terbakar, Api Menjalar ke Dapur Rumah
"Yang bersangkutan juga diketahui pernah makan singkong mentah, pandemir. Pengakuan dari pengurus di sana seperti itu," pabeber Anton.
Rohim diketahui telah melarikan diri dari lokasi perawatan sejak lima hari sebelum ditemukan tak bernyawa di lokasi yang berjarak cukup jauh dari Sendangmulyo.
Dinsos terus memantau proses reunifikasi hingga penyerahan jenazah ke pihak keluarga secara resmi.
"Prinsip kami reunifikasi, dikembalikan ke keluarga. Kita harapan ke depan ada koordinasi berbagai sektor. Termasuk agar peristiwa seperti ini tidak terulang. Ini kan keluarga yang menempatkan di sana, kuasa penuh di keluarga. Bukan ODGJ terlantar," pungkas Anton. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com