RADARSOLO.COM - Upaya Pemprov Jateng dalam menekan angka backlog perumahan tidak hanya berfokus pada penambahan volume unit yang dibangun.
Inovasi teknologi konstruksi terkini turut diuji guna mempercepat durasi pengerjaan sekaligus menekan biaya produksi agar lebih terjangkau.
Salah satu bentuk aplikasinya yakni penggunaan material bata interlock pada pembangunan rumah baru bagi warga di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Rumah sampel tersebut diresmikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Wagub Taj Yasin Dorong Sinergi Pengusaha dan Serikat Pekerja Jaga Iklim Investasi Jateng
Melalui kerja sama dengan PT Semen Indonesia (Persero), Pemprov Jateng menguji penggunaan bata interlock sebagai alternatif utama dalam proyek pembangunan rumah bantuan pemerintah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah yang akrab disapa Gus Yasin menerangkan, penerapan teknologi tersebut terbukti mampu memangkas anggaran belanja konstruksi secara efisien.
Rumah tipe 30 meter persegi yang dibangun mampu direalisasikan dengan anggaran sekitar Rp60 juta.
“Kalau dihitung oleh tukang, biasanya satu meter persegi itu Rp3 juta. Berarti kalau 30 meter persegi habisnya Rp90 juta. Tetapi Alhamdulillah pembangunan ini kita biayai dengan angka Rp60 juta,” ujar Gus Yasin, Kamis (13/8/2026).
Selain dari sisi biaya, pemanfaatan bata interlock mempercepat durasi waktu penyelesaian bangunan yang dapat dirampungkan dalam kurun waktu satu setengah bulan.
Efisiensi tersebut yang melandasi Pemprov Jateng mulai menguji coba sistem ini pada program bantuan perumahan.
“Ini yang kita dorong untuk pemakaian, pengaplikasian khususnya untuk bantuan-bantuan rumah dari Pemprov Jawa Tengah,” kata Gus Yasin.
Uji coba penerapan bata interlock saat ini baru dijalankan pada dua unit rumah.
Pihak Pemprov Jateng akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memperluas penerapannya ke kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.
Inovasi penggunaan bata interlock ini menjadi bagian dari strategi menyeluruh Pemprov Jateng dalam mengurai persoalan kebutuhan hunian.
Pada tahun 2026, alokasi APBD Jawa Tengah difokuskan untuk peningkatan kualitas 5.111 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di 35 kabupaten/kota, di mana 235 unit di antaranya berada di Kabupaten Wonogiri.
Di samping pembenahan RTLH, Pemprov Jateng juga mengalokasikan program pembangunan rumah baru guna menanggulangi backlog perumahan sebanyak 120 unit, dengan porsi 20 unit ditempatkan di Kabupaten Wonogiri.
Salah seorang penerima manfaat program pembangunan rumah baru tersebut adalah Isnano Dalhari Nuryanto, warga Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Pekerja buruh tani dengan penghasilan Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan tersebut sebelumnya harus menumpang tinggal bersama keluarganya.
Bagi Isnano yang harus menanggung biaya sekolah dua orang anaknya, bantuan rumah layak huni ini menjadi wujud nyata dari harapan keluarganya.
"Layak banget (rumahnya)," ungkap Isnano. (wa)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Pemprov Jateng