Sumur Semakin Mengering, Warga Girikikis Wonogiri Hanya Andalkan Dropping Air Bersih

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:25 WIB
Warga Kelurahan Girikikis, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri mengambil air dari sumur baru-baru ini. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Warga Kelurahan Girikikis, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri mengambil air dari sumur baru-baru ini. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Musim kemarau mulai membuat warga di wilayah selatan Wonogiri kesulitan mendapatkan air bersih.

Di Lingkungan Sembung, Kelurahan Girikikis, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, warga mengandalkan bantuan dropping air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warino, Ketua RT 5 RW 3 Lingkungan Sembung mengatakan, kondisi tersebut sudah berlangsung beberapa bulan.

Sebanyak 51 kepala keluarga atau hampir 200 jiwa di wilayahnya terdampak.

Baca Juga: DPRD Klaten Resmi Bentuk Panitia Pemilihan Wakil Bupati, Ini Daftar Anggotanya

"Setiap kemarau sumbernya surut atau habis. Biasanya pakai air dari sumber itu warga di sini," ujar dia baru-baru ini.

Saat musim penghujan, warga mengandalkan sumur bor dan sumber air utama yang digunakan sejumlah dusun di Girikikis.

Namun memasuki kemarau, debit kedua sumber tersebut terus menurun.

Bahkan, sumur bor khusus warga Sembung membutuhkan waktu hingga dua minggu untuk mengisi bak berukuran sekitar 2,5 x 2 meter dengan tinggi 2 meter.

Jumlah air yang terkumpul tetap belum mencukupi kebutuhan warga.

Baca Juga: Hemat Biaya dan Lebih Cepat, Pemprov Jateng Uji Coba Bangun Rumah Bantuan Pakai Bata Interlock di Wonogiri

Air biasanya dituangkan ke sumur penampungan yang berada di tengah permukiman.

Warga kemudian mengambilnya secara bergantian menggunakan ember untuk dibawa ke rumah.

"Bisa satu hari habis. Nanti menghubungi untuk minta kiriman lagi," kata dia.

Air tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai mandi, memasak, minum hingga memberi minum ternak. 

Warino menyebut hingga kini warga belum membeli air secara mandiri karena masih mendapat bantuan dari berbagai pihak. 

Namun jika bantuan berhenti, warga terpaksa harus membeli air.

Baca Juga: Pernah Rindu Masa yang Tak Pernah Dialami? Bisa Jadi Kamu Mengalami Anemoia

Kondisi serupa juga terjadi pada jaringan air utama Kelurahan Girikikis.

Lurah Girikikis Eny Hartati mengatakan, sumber air di belakang kantor kelurahan yang melayani sekitar tujuh dusun mengalami penurunan debit selama kemarau.

Jaringan tersebut bahkan harus melayani sekitar 175 KK atau lebih dari 400 jiwa.

Air dari sumber dipompa menuju dua bak penampungan sebelum dialirkan ke rumah warga.

"Kalau kemarau seperti ini debitnya terbatas. Selain itu jaraknya juga cukup jauh ke rumah warga, melewati pegunungan," kata Eny.

Sejumlah bantuan air bersih telah masuk ke wilayah tersebut.

Untuk sementara, warga masih bertahan dengan mengandalkan dropping air agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi di tengah kemarau. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
girikikis sumur mengering kekeringan dropping air bersih wonogiri